Akibat kejailan Velly

1081 Words
Mata Nhosa terbelalak saat layar ponselnya menampilkan isi chat yang dikirimkan akun bernama @Juan_Pernando itu. @Juan_Pernando : Ku mohon berhentilah mengganggu ku, Please! Notif dari aktivitasmu di media sosialmu membuat ku terganggu!" Nhosa yang saat itu terduduk diatas tempat tidur spontan berdiri dengan ekspresi wajah tercengangnya, pasalnya ia sama sekali tidak mengganggu si pemilik akun @Juan_Pernando itu sejak lelaki itu mengiriminya stiker wajah datar dan marah. "Siapa yang mengganggu siapa?" ketus Nhosa kesal, ia bahkan mengeja satu persatu kata yang dikirim lelaki itu demi meyakini hatinya bahwa dia sama sekali tidak salah membacanya takut-takut dia salah membaca namun semakin membaca isi chat itu semakin membuat hati Nhosa geram karena telah dituduh sebagai pengganggu. "Lelaki ini harus diberi pelajaran." guman Nhosa, jemarinya dengan cepat menari diatas layar ponsel berusaha mengetik balasan yang mewakilkan kemarahanya. @Nhosa_Morries : Maaf Taun sebelumnya, aku tau kau orang yang kege'eran, tapi meski begitu tolong kontrol sedikit tingkat kege'eranmu dan jangan asal menuduh orang sembarangan. Aku tidak perna mengganggumu tapi kau menuduhku mengganggumu, otakmu masih waras bukan? Kirimi aku alamatmu. Membaca balasan dari akun @Nhosa_Morries memancing kekesalan milik Juan, ia bahkan sudah tak berselera membaca buku yang dari tadi berusaha ditamatkannya itu. Juan melepar buku diatas pangkuannya itu ke lantai, ia meraih ponselnya jari jemarinya bahkan bergerak lincah mengetik balasan untuk pemilik akun @Nhosa_Morries itu. @Juan_Pernando : Kau... Hahaha! Kau gadis termodus yang perna ku temui, bilang saja kau meminta alamatku karena kau ingin melakukan PDKT dengan ku bukan, dasar cewek modus, cewek genit, kegatelan. Pergilah kau jauh ke ujung langit ketuju sana. Setelah mengetik balasannya Juan langsung membanting ponselnya ke sisi kiri tubuhnya dengan kesal "Dasar gadis aneh, gila!.. Dia yang mengganggu ku justru dia yang menyebut ku kege'eran. Apa dia tidak tahu dalam kamus kehidupan seorang Juan tidak ada kata kege'eran." ucap Juan seorang diri melampiaskan kekesalannya pada gadis pemilik akun @Nhosa_Morries itu "Astaga!.." Nhosa berteriak frustasi saat membaca chat balasan pemilik akun @Juan_Pernando itu, bahkan sangking frustasinya Nhosa sampai menjambak rambutnya sendiri sebelum menatap ponselnya kesal "Untuk apa juga aku harus PDKT dengan Tuan stiker wajah datar! Sepertimu!" Ucapnya kearah layar ponsel seakan-akan pemilik akun @Juan_Pernando itu mendengar keluh kesahnya. "Inilah kenapa aku tidak ingin memiliki pertemanan di akun media sosialku." gumam Nhosa, jari jemarinya sibuk mengetik sebuah balasan untuk @Juan_Pernando @Nhosa_Morries : Kau adalah lelaki terge'er yang perna ada di dunia ini, harusnya saat ini kau harus dimuseumkan karena tingkat kege'eranmu yang tinggi itu. Untuk apa juga aku PDKT denganmu, itu tidak penting untukku. Baru beberapa saat mengirimkan chat balasannya, suara ponsel milik Nhosa yang baru diletakannya diatas tempat tidur membuatnya tersentak dengan cepat Nhosa meraih ponsel pintarnya itu kembali "Sekarang apa lagi balasannya?" gumam Nhosa seraya mengklik mawar yang memenuhi layar ponselnya. @Juan_Pernando : Kalau bukan untuk melakukan PDKT lalu untuk apa kau meminta alamat rumahku. Lagi-lagi Nhosa dibuat tercengang akan balasan dari pemilik akun @Juan_Pernando itu tanpa buang waktu Nhosa mulai mengetik jawaban untuk membalas chatt lelaki yang menurutnya sinting itu. Juan yang saat itu sedang berada di kamar mandi dengan tergesa berlari keluar untuk menghampiri tempat tidurnya begitu mendengar ponselnya itu bergetar, dengan rasa tak sabaran ia ingin segera membaca chat balasan dari pemilik akun bernama @Nhosa_Morries itu. Sebuah emotikon tertawa ngakak membuat Juan menyerengit sebelum kemudian lelaki berparas tampan dengan hidung mancung dan garis rahang yang tegas itu membaca isi chat yang diterimanya. @Nhosa_Morries : Aku meminta alamatmu bukan karena aku ingin melakukan PDKT dengan mu, tapi karena aku ingin mengirim mu bom paket COD. "Aaahhrrrg!.." kini giliran Juan yang berteriak frustasi tingkat frustasinya bahkan semakin meninggi kala melihat emotikon wajah tertawa ngakak diakhir chat. "Gadis ini benar-benar!" Erang Juan tanganya dengan lincah menari diatas layar ponsel hendak ingin mengirimkan chatnya yang berisi kekesalannya pada akun @Nhosa_Morries namun belum selsai mengetik chat balasannya, sebuah pemberitahuan telah lebih dulu mengganggu kesibukan mengetik milik Juan, sebua video baru saja dikirim oleh akun @Nhosa_Morries. Juan meninggalkan kegiatan ketik mengetiknya sebentar untuk melihat kira-kira video apa yang dikirim Nhosa padanya. Saat Juan mengklik video itu, seorang gadis cantik dengan wajah oval dan mata bulat jerni langsung menghiasi layar ponsel pintar milik Juan. Dalam video, gadis itu menatap kamera sangat tajam dengan wajah yang terlihat imut daripada sangar "Apa?.. Apa?!.. Weeellkk!.." gadis dalam video menjulurkan lidahnya untuk mengejek Juan, video itu mengisyaratkan sebuah tantangan dari Nhosa sekaligus juga sebuah ejekan untuk Juan. Melihat video itu Juan sempat tertegun sejenak bahkan seulas senyum yang sangat tipis sempat mengembang di wajahnya ia merasa gadis dalam video itu terlihat imut dan menggemaskan meskipun dalam mode marah. Saat menyadari bahwa sempat tersenyum ketika melihat video itu dengan cepat dan keras Juan menggelengkan kepalanya "Sadarlah Juan." Ucapnya memukul-mukul pipi kananya sendiri berusaha mencari kesadarannya dengan rasa sakit. Juan menyalakan mode kamera ponsel pintarnya sebelum kemudian mengangkat tinggi-tinggi jari tengahnya kearah kamera lalu memotretnya kemudian mengirimkan hasil foto jari tengahnya itu pada pemilik akun @Nhosa_Morries Setelah fotonya terkirim tanpa sadar Juan kembali mengklik video singkat yang dikirim @Nhosa_Morries untuk menonton video itu kembali "Andai dia di depanku sekarang, maka aku akan mencubit pipinya dan menarik hidungnya." guman Juan dengan mata yang fokus menatap wajah Nhosa dalam video tersebut. "Aaaahh!... Dasar lelaki sinting, kege'eran!.. Untuk apa dia mengirimku foto jari tengah seperti ini." Teriak Nhosa lepas kendali bahkan Nyonya Linda yang saat itu sedang berada di dapur sedikit tersentak kaget akibat teriakan Nhosa yang melengking. "Nhosa?! Kenapa teriak-teriak?!.. Mama sudah katakan padamu jangan latihan vokal di rumah karena itu bisa mengganggu para tetangga jika mendengar suara sumbangmu!" Teriak Nyonya Linda dari dapur membuat Nhosa yang mendengar itu langsung mengatupkan mulutnya. Nhosa kini terfokus menatap layar ponselnya seakan wajah lelaki temannya sedang berkelahi itu berada di layar benda elektronik berbentuk persegi panjang itu "Kau pikir aku tidak bisa membalasmu, liat saja aku akan mengirimimu dua jari tengahku sekaligus." Ucap Nhosa dengan tangan yang cepat mengklik mode kamera yang ada di ponsel pintarnya. Nhosa menyenderkan ponsel pintarnya pada bantal setelah mengatur waktu memotret pada kamera ponselnya itu. Dengan wajah datar Nhosa mengangkat kedua jari tengahnya menghadap kamera lalu dalam beberapa detik kamerapun menangkap momen saat dia mengacungkan dua jari tengahnya itu. Dengan rasa tak sabaran Nhosa segera meraih ponselnya memeriksa hasil fotonya, merasa puas akan hasil foto yang bagus ia dengan segera mengklik tombol kirim untuk mengirim foto dua jari tengahnya itu pada pemilik akun @Juan_Pernando dengan keterangan 'Aku pemenangnya karena aku memiliki dua jari tengah untukmu, sementara kau hanya mengirimi ku satu jari tengah' tak lupa juga Nhosa memberikan stiker boneka beruang yang sedang menjulurkan lidahnya untuk mengejek si pemilik akun @Juan_Pernando Bersambung!..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD