Beberapa menit kemudian, Yura tiba di supermarket. Ia mendorong troli sambil memilih berbagai kebutuhan rumah tangga. Sayuran, buah-buahan, daging, beras, minyak goreng, sabun cuci, dan beberapa makanan ringan untuk persediaan di rumah. Setelah mengambil sabun cuci, Yura berbalik. Bruk! Seseorang yang sejak tadi membuntuti Yura dari kediaman Adrian sengaja menabraknya. “Maaf.” Pria itu langsung berjalan pergi. “Iya... tidak apa-apa.” Yura mengusap lengannya yang terasa sedikit nyeri. Ia tidak menyadari bahwa pria tersebut sengaja memilih lorong yang tidak memberikan sudut pandang kamera yang jelas. Yura kembali melanjutkan belanja. Namun, belum sempat ia mendorong troli lebih jauh, seseorang memanggil namanya. “Yura?” Tubuh Yura langsung menegang. Ia menoleh, melihat Malik berdiri b

