LIV. Dua Pejantan

1074 Words

"Foto apa yang kau kirimkan kepada Kapten Ocean Marine?" Suara Mirza bergetar. Amarahnya mendidih hingga ke ubun-ubun. Mata Mirza berkilat penuh kemarahan. Bintang menundukan wajahnya, dia tidak menjawab sepatah kata pun. Tenggorokannya terasa tercekat, sulit baginya megatakan dia membuat Yasmin tertidur dan menggagahinya. "Cepat katakan! Apa sebenarnya yang kau lakukan kepadanya?" Mirza tidak lagi menarik kerah baju Bintang, dia kini mencengkeram leher Bintang dengan kuat. Ia mencekik lehernya sangat keras hingga ruas jarinya memutih. Bintang merasa sangat kesakitan di bagian lehernya. Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Kebutuhan tubuhnya akan oksigen semakin menyiksa dirinya. Dadanya terasa panas. Bintang tidak melawan Mirza, tapi secara naluri dia berusaha melepaskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD