"Bintang … Bintang. Huhuhu." Yasmin tidak dapat meneruskan kata-katanya. Ia terus menangis dengan keras. "Yasmin! Yasmin!" Mirza terus memanggilnya. Yasmin tak jua bisa berhenti dari isak tangis yang sangat berat. Mirza yakin sesuatu yang buruk telah terjadi. Ia semakin merasa sangat cemas. "Bintang-lah penyebab Deniz pergi." "Bintang? Bagaimana bisa?" Mirza merasa bingung dan tidak mengerti. "Dia memberikan obat tidur kepadaku, lalu dia mengambil foto kami berdua dan mengirimkannya kepada Deniz." Yasmin bercerita masih dengan isak tangis dan kucuran air mata. Ia tidak menyangka dan tidak mengerti kenapa Bintang melakukan hal itu. 'Apa? Dia melakukan sesuatu padamu?" tanya Mirza terkejut. "Aku tidak tau, aku tertidur sangat nyenyak. Tapi kalau yang kau maksud melakukan sesuatu itu ad

