Yasmin duduk tertegun memandangi Deniz dengan mata yang basah. Dia menundukkan wajahnya dalam-dalam berusaha menyembunyikan gejolak perasaan yang mulai menggerogotinya. Air matanya menetes ke atas lantai tanpa dapat dibendung lagi, perasaannya begitu terluka. Lelaki yang dirindukannya siang dan malam berada di sini, dekat dengannya. Namun, Deniz bahkan tidak menghubunginya. Perasaannya benar-benar tercabik. 'Diakah lelaki yang selama ini kucintai? Bahkan dia sama sekali tidak menginginkan kehadiranku,' ujar Yasmin di dalam hati sambil menyapu kedua matanya yang basah menggunakan lengan 'dia menyembunyikan dirinya dariku.' Yasmin menjerit pilu di dalam hati. Sesekali Deniz memandangi Yasmin. Kerinduan yang selama ini ditahan dan dipendamnya seakan membucah dan berusaha meronta ingin kel

