Part 7: That Kiss

1903 Words
Alexa terdiam menatap sekitar dengan canggung. Dia, Karina dan Leon berjanji akan bermain di sebuah taman hiburan terbesar di kota ini. Alexa sudah datang sejak lima belas menit yang lalu tapi batang hidung Karina dan Leon belum terlihat sama sekali. "Kemana mereka?" tanya Alexa pelan Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Bukannya menemukan Karina dan Leon, Alexa justru malah menemukan Brian dan Sarah yang sedang bergandengan tangan. Keduanya berjalan memasuki taman bermain itu dengan seulas senyuman. Hal itu membuat Alexa terdiam. Da*da nya perlahan lahan mulai berdenyut sakit. Alexa menekan da*da nya, berusaha menahan sesak yang timbul tiba tiba karena ikatan mate yang ada diantara mereka. "Disaat seperti ini aku menyesali identitasku yang seorang Vampire." gumam Alexa sambil menatap ke arah lain, menghindari Brian dan Sarah yang masih terlihat oleh pandangan nya. "Alexa!" suara yang terdengar familiar itu membuat Alexa kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum ketika melihat Karina dan Leon sedang berlari ke arahnya "Maaf ya. Aku terlambat karena Leon telat menjemputku." ujar Karina Alexa tersenyum dan mengangguk, "Tak apa. Aku juga baru sampai." sahutnya Alexa mengalihkan pandangannya pada Leon yang terengah. "Baiklah, sebagai ganti nya aku akan mengantri tiket untuk kalian berdua." ucap Leon Karin melirik nya sinis, "Tentu saja kau harus." Leon tertawa kecil dan kemudian berlari kecil menuju loket. Membiarkan Karina dan Alexa menunggu tak jauh dari tempat nya mengantri. "Kau tak apa? Wajahmu sedikit murung." gumam Karina pada Alexa "Ini pasti karena kau menunggu aku dan Leon terlalu lama, kan?" tanya Karina dengan sedikit ringisan "Tidak juga. Hanya mengingat sesuatu yang menggangguku." jawab Alexa sambil tersenyum tipis Karina mengangguk kecil dan mengedarkan pandangan nya ke sekitar. Dahinya mengerut ketika melihat Brian dan Sarah juga ada di sana. "Hell, sedang apa dua makhluk itu ada disini?" kesal Karina "Ah, mendadak aku merasa jika hari kita akan sial karena bertemu dengan mereka." gerutu Karina Dia menatap Alexa yang menunduk dan memainkan tali tas yang ada di genggaman nya. "Kau melihat mereka. Karena itu kau menjadi terlihat murung?" tanya Karina hati hati "Hm, iya. Sedikit. Aku ingat kejadian kemarin di jam olahraga." sahut Alexa Karina mendengus. "Jangan merasa bersalah. Sarah memang pantas mendapatkan lemparan bola basket. Wajahnya membuatku muak." dengus Karina Alexa tertawa kecil dan menggeleng. "Sebenarnya Sarah tidak memiliki masalah denganku. Hanya saja Brian membuatku merasa sangat bersalah." tukas Alexa Karina termenung sejenak sebelum akhirnya menatap Alexa dengan bingung. "Bukannya agak aneh? Sarah sebelumnya berada jauh dari ring. Ketika kau hendak melempar bola basket, dia justru berpindah ke dekat ring. Padahal seharusnya dia tahu jika bola basket itu bisa memantul." jelas Karina "Sejujurnya, iya. Tapi aku tidak mau bersikap seolah aku menyangkalnya dan menolak untuk meng-iyakan jika aku bersalah." sahut Alexa Obrolan keduanya terhenti ketika melihat Leon yang berlari kecil kearah mereka sambil mengayunkan tiga tiket di tangan nya. "Lihat betapa gentle nya aku. Aku mengambilkan tiket untuk kalian." seru Leon sambil tersenyum sombong "Diamlah, ayo kita masuk." ajak Karina ☸⚛☸⚛ Alexa menjauh sedikit dari kerumunan. Dia menatap layar ponselnya yang berkedip beberapa kali, menandakan adanya panggilan masuk. "Halo? Alexa?" "Ya, Paman?" sahut Alexa Diujung sana, Ryan menghela nafasnya karena berhasil menghubungi Alexa. "Apa kau sedang bersama Brian? Dia bilang jika dia akan pergi ke taman hiburan bersama mu." tanya Ryan Alexa terdiam sejenak sebelum akhirnya berdeham kecil, "Iya. Aku bersama Ryan." "Boleh aku berbicara dengannya?" "Maaf, Paman... Tapi Brian sedang pergi ke toilet." jawab Alexa "Oh, baiklah. Beritahu padanya agar tidak pulang terlalu malam. Baguslah hubungan kalian sudah lebih baik." ujar Ryan Alexa menyunggingkan senyuman tipis. Menyadari jika dia sudah berbohong lagi dan lagi pada Ryan. 'Jadi Brian memakai nama ku untuk bermain dengan Sarah? Dia gila.' pikir Alexa miris "Baiklah Alexa, aku tutup telfon nya ya? Hati hati disana." seru Ryan "Ya, Paman. Terimakasih." gumam Alexa Dia menghela nafas dan kembali bergabung dengan Karina dan Leon. Ketiga nya akan menaiki kereta untuk menjelajah rumah hantu. "Siapa?" tanya Leon "Ayah Brian." jawab Alexa singkat Leon dan Karina bertukar tatap sebelum akhirnya mengerutkan dahinya berbarengan. "Kenapa Tuan Ryan menelfon mu?" tanya Karina "Dia menanyakan tentang Brian. Brian bilang dia pergi ke taman ini bersama ku." sahut Alexa pelan "Loh? Tapi aku melihatnya pergi dengan Sarah. Dia mengantri di depan ku tadi." ujar Leon bingung Karina menghela nafasnya kesal, "Lain kali gunakan hal ini untuk mengancamnya jika dia berbicara dengan kasar padamu." Alexa tersenyum dan mengangkat kedua bahu nya, mencoba untuk tidak peduli walau da*da nya berdenyut sakit. "Lupakan dia. Aku tidak ingin mengingat perbuatan nya. Biarkan saja dia meminjam namaku." ucap Alexa dengan seulas senyuman lebar Leon berjengit kaget ketika melihat Sarah yang berdiri di hadapan nya. "Kenapa mendadak dia ada dimana mana?" bisik Leon pada Karina "Mungkin dia hantu." sahut Karina acuh Dia mendorong Sarah yang menghalangi jalan nya hingga membuat perempuan itu menabrak Brian yang ada di sisi nya. "Permisi, kau menghalangi jalanku." seru Karina sambil menarik Leon dan Alexa agar berjalan cepat Tatapan Alexa bertemu dengan Brian. Dia dengan cepat mengalihkan pandangan ketika hanya tatapan kebencian yang terdapat di dalam mata Brian. 'Sebenarnya apa salahku?' tanya Alexa bingung Alexa menatap Karina yang sudah mulai duduk di kereta. Dia dengan cepat mendudukkan dirinya di samping Karina, membiarkan Leon duduk di belakang keduanya. Selama perjalanan di dalam wahana rumah hantu, pikiran Alexa tertuju pada Brian. Mate nya itu selalu menatapnya dengan tatapan tajam yang menyeramkan. Bahkan mungkin hanya ada kebencian didalam nya. "Sebenarnya apa salahku? Apa sebelum nya aku pernah melakukan kesalahan padanya?" gumam Alexa "Apanya?" sahut Karina yang mendengar gumaman Alexa Hal itu membuat Alexa menyunggingan cengiran kecil dan menggelengkan kepalanya. ☸⚛☸⚛ Alexa melambaikan tangan nya pada Karina dan Leon. Waktu berlalu dengan cepat ketika menghabiskan waktu untuk bermain, jadi mereka memutuskan untuk pulang ketika waktu sudah menunjukan pukul 7 malam. Dia melangkah untuk duduk di bangku taman untuk menunggu Dimitri menjemputnya. Alexa yang sedang menikmati langit malam sedikit tertegun ketika melihat wajah Brian yang berada di dekatnya. Alexa langsung kembali berdiri dan hendak pergi dari sana, enggan berbicara atau menatap mate nya sendiri setelah mengetahui jika ucapan milik Brian sangat menusuk. "Tunggu!" seru Brian sambil memegang lengan Alexa Alexa dengan cepat berkelit dan memundurkan langkahnya untuk memberi jarak antara dirinya dan Brian. "Ada apa?" tanya Alexa "Jangan bilang apapun pada Ayahku. Jika dia sampai mengetahui jika aku pergi bersama mu, tidak akan aku biarkan kau hidup dengan tenang." jawab Brian. Ekspresi nya terlihat sangat menahan kesal. Ucapan Brian membuat Alexa mendengus dan tersenyum. "Terserah. Aku tidak tertarik untuk membicarakanmu pada Paman Ryan." sahut Alexa acuh Dia berbalik untuk pergi setelahnya, hendak menunggu Dimitri di lapang parkir sekaligus menghindar dari Brian. Alexa terdiam ketika mengingat kejadian tadi. Dia melirik Brian yang masih berdiri di belakang nya dan tersenyum tipis setelahnya. "Selamat ya. Kalian melakukan ciuman pertama dengan sangat romantis." ujar Alexa dengan lidah kelu nya Dia kembali melanjutkan langkah nya dengan tergesa. Enggan berlama lama dengan mate dan patah hati terbesarnya. Bertepatan ketika Alexa sampai di lapangan, mobil yang dikendarai Dimitri terlihat memasuki lapangan itu juga. Dimitri dengan cepat memutar stir mobilnya ketika melihat wajah sendu Alexa yang berada tak jauh dari posisi nya. Dimitri keluar dari mobilnya dan melirik sekitar. Dia menemukan Brian yang berdiri tak jauh dari Nona nya. Dimitri langsung menipiskan bibirnya, mengerti apa yang terjadi hingga wajah Alexa terlihat mendung. "Nona, masuklah. Hari sudah malam." ujar Dimitri sambil membuka pintu untuk Alexa Alexa mengangguk dan dengan patuh memasuki mobil. Dia memakai sabuk pengaman nya dan tanpa sengaja mata nya bertemu dengan mata Brian yang masih mengamatinya. Alexa dengan cepat melengos, mengalihkan pandangan nya ke arah lain. "Ada apa, Nona?" tanya Dimitri "Apa anak dari Ryan itu membuatmu sedih?" sambung Dimitri Alexa tersenyum tipis, enggan menanggapi pertanyaan Dimitri. "Dimitri, nanti jika Paman Ryan bertanya padamu apakah Brian pergi dengan ku ke taman ini... Tolong jawab semua pertanyaan nya dengan kata 'Iya'." perintah Alexa yang diangguki oleh Dimitri "Tentu, Nona." sahut Dimitri patuh Dia menatap wajah datar Alexa dari kaca. Dimitri menghela nafas setelahnya, dia semakin tidak ingin membiarkan Alexa terlalu lama di dunia Manusia. "Nona, apa anda akan menetap di dunia manusia sampai anda lulus?" tanya Dimitri Alexa membuka kaca mobil, mencoba menikmati angin malam untuk menenangkan dirinya. "Entah. Jika aku hanya mengulang pelajaran di dunia Manusia, aku rasa aku akan kembali ke Kerajaan." jawab Alexa "Lagipula... Tidak ada yang akan merasa ditinggalkan jika aku kembali ke Kerajaan." lanjut Alexa sambil tersenyum tipis Dimitri terdiam sejenak. "Bagaimana dengan Mate?" tanya Dimitri Alexa menatap Dimitri dengan seulas senyuman, "Aku tidak tahu." "Apa menurutmu aku akan menemukan nya disini? Di dunia Manusia?" tanya Alexa, dia berpura pura seakan belum mengetahui apapun soal ikatan mate nya dengan Brian Pertanyaan Alexa membuat Dimitri menatapnya dari pantulan kaca. Dia mengalihkan semua atensi nya pada sang Nona. "Sejujurnya saya mengetahui sesuatu. Saya tidak tahu apa saya bisa mengatakan nya pada Nona atau tidak. Tapi mungkin lebih baik Nona sendiri yang merasakan nya nanti." jelas Dimitri serius "Merasakan apa?" tanya Alexa "Mate anda, Nona. Karena mungkin bisa saja penciuman saya yang salah." jawab Dimitri Alexa hanya tersenyum dingin dan mengalihkan perhatian nya pada langit malam yang gelap. "Aku merindukan Ayah dan Ibu." gumam Alexa pada Dimitri "Apa kita bisa ke Kerajaan?" tanya nya memastikan "Saya akan memberitahu pihak Kerajaan terlebih dulu. Jika mereka mengizinkan, maka kita akan pergi kesana." jawab Dimitri Alexa mengangguk mengerti dan menyandarkan tubuhnya dengan lemas. Kepala nya kembali mengingat ciuman Brian dan Sarah yang terjadi di depan mata nya. "Karina, aku ingin ke toilet sebentar. Tunggu disini ya! Aku tidak mau seperti anak bebek yang kehilangan induk nya jika kau pergi." seru Alexa pada Karina Setelah mendapat anggukan dari si pemilik nama, Alexa langsung berlari kecil menuju ke toilet terdekat. Setelah menyelesaikan urusan nya, Alexa langsung kembali keluar dan menatap pantulan dirinya di cermin. "Apa kulitku sedikit memucat?" gumam Alexa Dia meraih sebuah bedak dari dalam tasnya dan memakaikan benda itu ke wajahnya dengan perlahan, sekedar memastikan agar wajahnya tidak terlalu pucat. Alexa merapikan celana pendek jeans dan kaos berlengan pendek yang di pakai nya. Dia tersenyum puas ketika melihat tampilan nya di cermin. "Nah, sudah lebih baik." decak Alexa puas Dia melangkah keluar dari kamar mandi sambil menatap sekitar. Senyuman lebar tersungging di bibirnya ketika melihat keramaian di sekeliling nya. Tapi sesaat kemudian senyuman nya mengecil ketika melihat Brian dan Sarah berfoto bersama. Perempuan itu bahkan mengecup pipi Brian untuk berpose. Awalnya Alexa biasa saja. Tapi kemudian Brian tidak sengaja menoleh ketika Sarah hendak mencium pipi nya. Alexa tersentak kecil. Dia dengan cepat mengalihkan pandangan nya dan bergegas pergi menjauh darisana. "Alexa sedikit curang. Kita mengajak nya menaiki roller coaster dan mereka video. Tapi Alexa terlihat sangat cantik disana. Sedangkan aku sudah seperti hantu jepang karena rambutku menutupi seluruh wajahku!" ujar Karina yang samar samar dapat Alexa dengar "Wajahmu konyol sekali di video ini." sahut Leon sambil tertawa terbahak bahak "Tapi kau benar. Alexa tidak terlihat ketakutan." lanjut Leon Pembicaraan keduanya berhenti ketika melihat Alexa yang berjalan mendekat dengan wajah datar. "Alexa, lihat rekaman ini! Kau curang sekali, bagaimana bisa kau terlihat cantik bahkan saat sedang tetiup angin." gerutu Karina Dia yang tadinya masih ingin mengoceh mendadak terdiam ketika melihat wajah mendung Alexa. "Ada apa? Sesuatu terjadi?" tanya Karina cemas "Ada laki laki yang mengganggu mu? Beritahu aku! Biar aku yang menangani nya." ujar Leon Alexa tersenyum tipis mendengar ucapan penuh kekhawatiran itu. Lamunan nya terhenti ketika Dimitri menghentikan mobil mereka. "Nona? Ada keperluan apa anak dari Ryan disini?" tanya Dimitri Pertanyaan itu membuat Alexa mengalihkan pandangan nya ke depan. Benar, Brian ada di rumah nya. :: Author Note:: Sebagian readersku mungkin tau kalau aku suka yang pelan, tapi semua nya terjelaskan. Sabar ya, kita bakal masuk ke konflik sebentar lagi (●'◡'●)ノ♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD