Bagas kecelakaan

1493 Words
Karena ada kabar yang sangat mengejutkan dari perusahaan, Bagas segera bergegas menuju ke Perusahaannya yang berada di luar kota. Bagas mengemudi mobilnya dengan begitu sangat cepat, saat akan mengerem mobilnya, tiba-tiba rem mobil Bagas tidak bisa di gunakan. Bagas begitu terkejut ketika akan menghentikan mobilnya, karena kecepatan yang digunakan sangat tinggi, mobil Bagas akhirnya oleng dan terpelanting. Bruak .... Suara mobil Bagas masuk ke dalam jurang, saat itu juga semua orang panik saat melihat kejadian itu. "Kenapa ini bisa terjadi,'' ucap salah satu saksi bernama Johnson. Johnson segera melihat keadaan mobil yang ditumpangi oleh Bagas, Sungguh sangat menyedihkan. Mobil yang terlihat sangat mewah harus masuk ke dalam jurang yang sangat dalam. "Kenapa ini bisa terjadi?" Beberapa orang datang untuk menyaksikan mobil Bagas, saat itu juga banyak orang yang berkumpul untuk melihat kondisi korban. "Jangan kita mendekati kondisi mobil korban, karena belum ada polisi yang datang," ucap salah seorang yang berdiri di dekat mobil. "Ini bukan tindakan kriminal, jika kita biarkan korban di dalam mobil akan sangat berbahaya." Mereka mencoba mencari cara untuk menyelamatkan Bagas. "Ayo sebaiknya kita segera menyelamatkan korban." Beberapa orang turun menghampiri mobil Bagas. Bagas terlihat pingsan di dalam mobilnya, beberapa orang segera membantu menyelamatkan Bagas. "Sepertinya pintu ini bisa dibuka, aku akan membukakan pintu ini agar bisa mengeluarkan korban." Rey dengan sangat sibuk mengeluarkan Bagas dari dalam mobil. "Korban masih hidup, Ayo sebaiknya kita segera membawanya ke rumah sakit." Zaki membantu Rey untuk mengangkat korban, dibantu oleh beberapa warga yang lainnya. Mobil ambulans datang dan di iringi mobil polisi, mereka segera membawa Bagas masuk ke dalam mobil ambulans. Mereka mengantarkan Bagas ke rumah sakit tempat Salsa bekerja, kebetulan sekali Salsa adalah dokter jaga yang biasa menangani pasien gawat darurat. Salsa segera berlari saat mendapat kabar dari tim UGD yang sudah menunggunya, saat itu juga Salsa segera membantu Bagas untuk masuk ke ruangan UGD. Karena wajah Bagas banyak mengeluarkan darah, Salsa tidak mengenali Bagas. Salsa segera memeriksa keadaan Bagas, karena Bagas mengenakan sabuk pengaman, Bagas hanya mengalami luka-luka, dan sedikit rasa sok. "Dokter, salah satu petugas ambulan berkata, mobil yang biasa digunakan oleh pasien sangat tidak asing," ucap Renita memberitahu kepada Salsa. "Benarkah? Aku sama sekali tidak mengenali pasien," jawab Salsa. "Mudah-mudahan pasien bisa segera sadar," ucap Renita meninggalkan Salsa. Karena sudah selesai memeriksa pasien, Salsa segera kembali ke ruangannya, saat itu juga Salsa merasa terkejut saat mendapat panggilan telepon dari salah seorang petugas polisi. "Halo dengan saudara Salsa," ucap petugas polisi. Saat itu juga Salsa sangat terkejut karena mendapat telepon dari polisi. "Ada apa Pak? Aku sama sekali tidak membuat masalah," ucap Salsha dengan sangat gugup. "Kami hanya ingin memberitahu, bahwasanya mobil berwarna biru dengan plat nomor xxx milik saudara Bagas telah masuk ke dalam jurang sekitar pukul jam 10 tadi." Salsa sangat terkejut ketika mendengar laporan dari polisi, tubuhnya sangat bergetar karena merasa tidak percaya hal itu terjadi kepada Bagas. "Bagaimana keadaan korban Pak?" Salsa sangat ingin mengetahui kondisi dari korban. "Saat ini korban dibawa ke rumah sakit, yang tidak jauh dari tempat kejadian korban kecelakaan." Polisi memberi tahu di mana Bagas sedang dirawat. "Jadi pasien kecelakaan tadi yang barusan aku rawat adalah Bagas?" Salsa sangat terkejut saat mendengar ucapan dari polisi. "Aku sama sekali tidak mengetahui jika itu adalah Bagas, sungguh aku sangat sedih sekali,'' ucap Salsa. Karena takut Salsa merasa sangat syok, polisi itu mencoba memberikan nasehat kepada Salsa. "Kami berharap jika korban baik-baik saja, kami sangat takut jika sampai terjadi sesuatu pada korban." Karena sudah menyampaikan beberapa berita yang harus diketahui oleh pihak keluarga, akhirnya polisi tersebut mematikan panggilannya. Salsa tiba-tiba terdiam, sambil membayangkan wajah Bagas yang sangat merasakan kesakitan. "Aku sama sekali tidak tahu jika itu dirimu, aku benar-benar tidak mengenalimu," ucap Salsa dengan nada sangat sedih. "Salsa, kenapa kamu menangis?" tanya Reiner saat melihat sepupunya meneteskan air mata. "Bagas masuk ke ruangan UGD, tadi mobilnya kecelakaan masuk ke dalam jurang," ucap Salsa. Meskipun Salsa menjadi seorang dokter, namun sikapnya tetap seperti manusia biasa, yang tidak akan pernah bisa tegar saat menghadapi masalah. "Oh jadi ini alasannya kamu tadi menangis?" Reiner menatap wajah sepupunya sambil tersenyum. "Padahal kamu sudah sangat lama menjadi seorang dokter, Kenapa sikapmu masih seperti baru saja lulus." Reiner merasa sangat heran ketika melihat sepupunya sangat mudah meneteskan air mata. "Sungguh aku tidak tega jika harus melihat ada orang yang dekat denganku masuk ke dalam rumah sakit, sungguh hatiku begitu hancur saat melihatnya sakit." Reiner sama sekali tidak mengetahui kesedihan yang dirasakan oleh Salsa, justru ia tertawa saat menatap wajah Salsa. "Sebaiknya kamu tidak usah menangis, lebih baik kamu datang ke ruangan Bagas untuk mengecek keadaannya." Reiner meminta sepupunya untuk segera pergi ke ruangan Bagas, dari pada menangis dan tidak menyelesaikan masalah. "Itu ide yang sangat bagus, jika aku hanya berdiri disini tentu saja Bagas akan sangat kesepian." Salsa segera berjalan menuju ke ruangan UGD. "Salsa, kamu mau ke mana?" tanya salah seorang teman Salsa. "Aku ingin mengecek pasien yang ada di ruangan UGD," jawab Salsha sambil berjalan meninggalkan temannya. "Sangat tidak biasa Salsa datang ke ruangan UGD, pasti ada sesuatu di sana?" Teman Salsa mengikuti langkah kaki Salsha, Karena sangat penasaran dengan sesuatu yang ada di dalam ruangan UGD. Salsa masuk ke dalam ruangan UGD sambil meneteskan air matanya, terlihat jika Salsa sangat sedih ketika berada di sana. "Sebenarnya Siapa yang sakit? Kenapa Salsa sampai meneteskan air matanya?" Sahabat Salsa sangat penasaran dengan pria yang sedang dirawat. "Mungkinkah itu salah satu pria yang dekat dengan Salsa." Teman Salsa sangat penasaran dengan pasien yang Salsa dekati, menatapnya dari jendela sungguh tidak mendapatkan hasil yang sangat jelas. "Aku akan masuk ke ruangan itu, untuk memastikan Siapa sebenarnya yang sakit?" Aria segera masuk ke dalam ruangan, melihat seorang pria yang sedang berbaring tidak sadar. "Siapa ini Salsa?" Aria bertanya kepada Salsa. "Ini adalah Bagas, Apakah kamu mengenal siapa Bagas?" Salsa bertanya kepada Aria. "Oh Bagas, pria yang sering menghampirimu saat pulang kerja?" Aria sangat paham dengan Bagas, karena sering datang ke rumah sakit untuk menjemput Salsa. "Iya, dia Bagas yang sering datang ke sini, Aku benar-benar tidak menyangka hal ini terjadi padanya." Salsa terlihat sangat sedih Ketika Harus menatap wajah pria yang biasa menghampirinya saat ini harus berjuang untuk bisa segera sembuh. "Aku berharap dia akan bisa segera sembuh, Sungguh sangat menyedihkan jika melihat ada orang yang sakit." Aria memang sangat baik kepada Salsa. "Terima kasih Aria, kamu selalu menjadi sahabat yang terbaik.'' "Aku hanya ingin membantumu saja, karena aku tidak bisa berbuat apa-apa." Aria memang sering membantu setiap masalah yang sedang dihadapi oleh Salsa. "Aku permisi dulu, karena aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan." Aria berpamitan sambil meninggalkan Salsa. Salsa masih terdiam menatap wajah pria yang sedang pingsan, saat ini Bagas terlihat sangat membutuhkan kasih sayang dari orang lain. "Bagas sungguh aku menyayangimu, Aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada dirimu," ucap Salsha sambil meneteskan air matanya. Saat itu juga tangan Bagas mulai bergerak, mendengar tangisan Salsa yang menyentuh hatinya, Bagas memang sangat menyayangi Salsa, namun saat ini dirinya hanya bisa menggerakkan jari jemarinya saja. "Kamu sudah mulai siuman Bagas, Aku akan segera memeriksa mu," ustad Salsa sambil memeriksa keadaan Bagas, Bagas terlihat mulai membaik setelah melewati beberapa perawatan. "Aku yakin kamu pasti bisa sembuh, aku akan selalu mengurusmu agar kamu bisa kembali seperti semula." Salsa terlihat sangat bahagia ketika melihat keadaan bagas mulai membaik. Saat itu di ruangan Bagas hanya ada Salsa, bahkan keluarga Bagas belum juga ada yang datang untuk menjenguknya. "Kenapa sama sekali tidak ada keluarga Bagas yang datang menghampirinya, sungguh sangat kasihan jika tidak memiliki keluarga yang peduli.'' sejak melihat ayah Bagas dirawat di rumah sakit, Salsa sudah bisa memahami latar belakang keluarga Bagas. "Mungkin mereka hanya butuh keluarga Bagas disaat membutuhkan uang, jika terjadi seperti ini mereka sama sekali tidak peduli." Salsa sungguh merasa sangat kasihan ketika melihat orang yang dicintainya harus mengalami semua cobaan dalam hidupnya. "Sungguh aku tidak tega jika harus meninggalkanmu bersama dengan pria lain, mungkin saat ini kamu bisa nyaman saat dekat denganku, aku yakin pasti suatu saat kamu akan bisa hidup bahagia." Salsa sangat berharap agar suatu saat Bagas bisa mendapatkan kebahagiaannya. Kangen Bagas kembali bergerak, saat itu juga Salsa merasa sangat bahagia melihat perkembangannya. "Sungguh aku sangat senang melihat tanganmu sudah mulai bisa bergerak, aku yakin kamu pasti akan bisa melewati masa-masa kritis Ini." Salsa tersenyum bahagia melihat orang yang dicintainya kini mulai membaik. Karena banyak pria yang ingin menjadi kekasih Salsa, membuat Salsha sangat sulit untuk memilih pria yang cocok dengannya, semua pria yang mendekati Salsa terbilang sangat tampan, bahkan mereka memiliki latar belakang keluarga yang sangat baik. "Sejujurnya Aku sangat bingung Ketika Harus melihat ada beberapa pria yang mendekatiku, entah siapa yang cocok menjadi kekasihku?" Salsa tidak bisa memilih salah satu pria yang mencintai nya, karena melihat mereka semua sangat baik saat dekat dengan Salsa. "Jika aku memilih salah satu dari mereka, mereka akan terlihat sangat kesal ketika aku harus memilih salah satu darinya." Sungguh Salsa tidak ingin jika sampai terjadi perbedaan pendapat diantara mereka, melihat kondisi asmara memang tidak bisa membuat orang mengambil keputusan secara sepihak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD