Setelah selesai kerja Reza segera menghubungi Salsa untuk mengajaknya bertemu.
"Hai Salsa, Apakah kamu masih sangat sibuk?"
Pesan singkat yang dikirimkan oleh Reza ke nomer ponsel Salsa, saat itu juga Salsa segera membalas pesannya.
"Aku sudah selesai kerja, ini sedang menjaga anak yang kemarin kita temukan."
Reza tersenyum saat membaca pesan yang Salsa kirimkan, rasa sangat bahagia ketika mendengar Salsa sudah tidak sibuk lagi.
"Baiklah jika kamu sudah tidak sibuk, Aku akan segera menuju ke rumah sakit,' jawab Reza.
Reza segera bergegas menuju ke rumah sakit, tidak lupa Reza merapikan pakaiannya dan mengenakan parfum yang sangat wangi.
"Aku harus terlihat tampan hari ini, jika kemarin penampilanku sangat tidak rapi, hari ini aku harus terlihat sangat tampan."
Reza memang terlihat sangat tampan saat mengenakan pakaiannya, apalagi jika dilihat dari cermin, Reza sungguh sangat mempesona.
Tidak lupa sebelum berangkat ke rumah sakit Reza membeli bunga untuk diberikan kepada Salsa.
"Aku akan membeli bunga," ucap Andika sambil memberhentikan mobilnya tepat di depan toko bunga.
"Tidak ada salahnya jika aku memberikan bunga ini kepada Salsa, aku belum menikah dan Salsa masih jomblo," gumam Reza sambil memilih beberapa bunga yang sangat indah.
"Mbak aku mau dong bunga mawarnya," ucap Reza saat berada di depan toko bunga.
"Ini Pak, bunga yang dipesan tadi." Penjaga toko memberikan sekuntum mawar merah kepada Reza, aroma bunga yang sangat wangi tentu membuat Reza semakin bersemangat untuk segera memberikan bunga itu kepada Salsa.
"Terima kasih, dan Ini uangnya." Reza memberikan uang dan segera pergi meninggalkan toko, rasanya sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Salsa.
Saat Reza berhenti di depan kaca spion mobil, Dia segera menatap wajahnya, dan memperhatikan ketampanan yang dimilikinya.
"Sungguh aku terlihat sangat tampan sekali, Wajar saja jika banyak wanita yang mulai jatuh cinta denganku." Reza merasa sangat bangga jika dirinya terlihat sangat tampan, ini adalah momen terbaik untuk bisa mendapatkan kekasih.
"Aku tidak ingin datang ke pesta pernikahan temanku sendirian, sungguh akan sangat malu jika sampai aku tidak memiliki pasangan di sana." Reza tidak ingin jika sampai menghadiri pesta pernikahan tanpa memiliki pasangan, tentu saja teman-temannya akan mengejeknya.
Sesampai di depan rumah sakit, Reza merapikan rambutnya agar terlihat semakin rapi, setelah itu dia berjalan masuk menuju ke dalam ruangan tempat anak kecil itu di rawat.
Tidak sengaja Reza berpapasan dengan Caca dan Rere, tentu saja mereka sangat terpesona saat melihat ketampanan Reza.
"Aduh tampan sekali pria ini," ucap Caca sambil menatap wajah Reza.
"Tidak perlu kamu bersikap seperti itu, jika sampai dia mengetahui kamu terpesona dengan ketampanannya, nanti dia bisa semakin sombong." Rere tidak suka melihat sikap sahabatnya yang terlalu norak.
"Maafkan Aku, aku tidak biasa melihat pria yang sangat tampan." Caca melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruangan pasien, meskipun dirinya sangat penasaran dengan pria tersebut, karena masih jam kerja tentu dia tidak berani untuk mencari tahu.
Mereka memang salah satu dokter yang sangat rempong, jika ada berita terbaru merekalah yang selalu mengetahui, meskipun pekerjaannya sebagai seorang dokter, mereka sangat suka jika membuat sebuah rumor.
"Setiap wanita yang melihatku pasti terpesona dengan ketampananku, sungguh aku benar-benar sangat menyukai Jika ada yang mencoba mendekatiku," gumam Reza sambil tersenyum.
Reza sudah sampai tepat di depan pintu ruangan kamar anak kecil yang ditolongnya, Dia segera masuk sambil tersenyum saat melihat Salsa.
"Hai Salsa," ucap Reza sambil tersenyum.
"Kamu sudah sampai, Aku sejak tadi menunggumu." Ternyata Salsa menunggu kedatangan Reza, karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan.
"Benarkah? Aku sangat senang jika kamu menungguku," jawab Reza sambil tersenyum.
"Hari ini kamu terlihat sangat tampan sekali, sungguh aku merasa malu saat bertemu dengan mu." Salsa tersenyum sambil memandangi wajah Reza.
"Kenapa kamu harus malu, Aku sangat senang jika kamu memuji ketampanan ku, jujur sejak tadi aku grogi saat akan bertemu denganmu."
Terlihat sangat jelas Reza sangat bersikap malu saat bertemu dengan Salsa, meskipun wajahnya terlihat sangat tampan tapi gayanya seperti anak kecil yang baru saja jatuh cinta.
"Reza, Apakah kamu sudah menemukan orang tua anak ini?" Salsa langsung bertanya mengenai anak kecil yang berada di dekatnya.
"Aku masih mencari tahu di mana asal anak kecil ini, kemarin sempat ada yang mencari anak ini."
Reza bekerja sangat bersemangat untuk bisa mendapatkan informasi mengenai anak kecil yang berada dekat Salsa, karena merasa sangat kasihan jika harus terpisah dari orang tuanya.
"Aku berharap kamu bisa segera menemukan di nama orang tuanya berada, melihat anak ini sangat merindukan kedua orang tuanya."
"Aku berpikir seperti itu, jika sampai anak ini tidak ditemukan orang tuanya, tentu akan sangat kasihan jika harus tinggal sendirian di jalanan."
"Aku tidak akan membiarkan anak ini tinggal di jalanan, masih banyak tempat penitipan anak yang bisa menerima anak ini." Salsa terlihat sangat kesal ketika mendengar jawaban yang dikatakan oleh Reza.
"Aku akan mencoba untuk segera menemukan di mana orang tuanya berada, Aku harap kamu akan selalu terus mendukung pekerjaanku ini."
Reza sangat gugup saat berbicara dengan Salsa, perasaan yang ada di dalam hatinya sangat ingin Ia sampaikan.
"Kamu kenapa? Aku lihat kamu seperti sangat gugup sekali." Salsa melihat ada sesuatu yang aneh pada diri Reza.
"Karena ada sesuatu yang aku sembunyikan, sehingga aku sangat grogi saat akan mengatakannya." Reza tersenyum sambil menjawab pertanyaan Salsa.
"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?" Salsa bertanya kepada Reza sambil menggodanya.
"Aku takut jika kamu sampai marah padaku, jujur aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah." Reza tidak ingin jika sampai Sasa marah dengannya, berharap jika mereka bisa memiliki hubungan yang baik.
"Katakanlah saja apa yang ingin kamu katakan, Aku akan mencoba tidak akan marah padamu." Salsa meminta kepada Reza untuk mengatakan semua yang ingin dikatakan.
Reza mulai bersiap-siap untuk memberitahu kepada Salsa mengenai rahasia yang ingin disampaikan.
"Sejujurnya aku ingin memberikan bunga ini kepadamu," ucap Reza sambil memberikan sekuntum bunga mawar merah.
"Kamu ternyata sangat romantis sekali, Aku tidak menyangka jika sikapmu begitu baik." Salsa baru menyadari jika Reza terlihat sangat baik, meskipun awalnya Salsa merasa ragu dengan sikap Reza.
"Sebenarnya ini adalah pertama kalinya aku memberikan bunga kepada seorang wanita, maka dari itu aku terlihat sangat malu ketika akan memberikannya."
"Benarkah? Sungguh Aku tidak percaya jika melihat pria setampan dirimu tidak pernah memberikan bunga kepada wanita." Salsa tidak percaya dengan ucapan yang dikatakan Reza.
"Jujur aku memang tidak pernah memiliki pasangan sebelumnya, karena sibuk menggapai cita-cita." Reza mencoba menggoda Salsa dengan kata-kata manisnya.
"Oh baiklah, aku doakan mudah-mudahan bisa segera memiliki kekasih yang sangat cantik seperti yang diharapkan." Reza tersenyum saat mendengar ucapan yang dikatakan oleh Salsa.
"Sebenarnya wanita yang aku harapkan berdiri tepat di depanku, namun aku masih takut jika dia menolak cintaku." Reza tersenyum sambil memandangi wajah Salsa.
"Sudahlah jangan berkata seperti itu, sungguh aku merasa sangat malu Ketika Harus mendengar ucapanmu." Reza memang sangat tidak biasa menggoda wanita, namun kali ini ia mencoba untuk memberanikan diri.
Andika sangat penasaran dengan Salsa, Andika sengaja berhenti tepat di dekat ruangan itu.
"Kenapa harus banyak pria yang memberikan bunga kepada Salsa?" Andika sangat tidak suka jika ada bunga yang diterima oleh Salsa, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat Salsa dekat dengan pria lain.
"Ini pasti pria yang kemarin menemui Salsa, sebenarnya mereka memiliki hubungan apa?" Dengan wajah sangat kesal tentu Andika sangat penasaran dengan hubungan Salsa.
"Aku tidak akan diam saja saat melihat Salsha dekat dengan pria lain, Aku tidak mau jika sampai dia jatuh hati dengan pria lain." Andika merasa jika dirinya harus bekerja ekstra untuk mengawasi Salsa, melihat setiap ada laki-laki yang mencintai Salsa tentu membuat hati Andika semakin merasa sakit.
"Jika Salsa bertemu denganku, tidak ada senyuman manis yang Salsa perlihatkan, namun ketika bertemu dengan pria lain, senyuman manis itu pas si Salsa berikan." Andika sangat tidak menyukai melihat sikap Salsa.
"Aku akan segera pergi, Aku tidak mau jika melihat wanita yang aku cintai tersenyum dengan pria lain, sungguh hatiku akan terasa sangat sakit." Andika tetap berdiri di dekat jendela untuk mengawasi Salsa.
Sampai ada Tania yang menegurnya, agar Andika tidak berdiri di dekat jendela.
"Andika kenapa kamu berdiri di dekat jendela?" Tania menyapa Andika. Namun karena Andika tidak mendengar ucapan Tania, Andika sama sekali tidak menjawab.
"Jika sudah jatuh cinta, seseorang pasti akan sangat lupa dengan jati dirinya," gumam Tania.
"Baiklah aku akan segera pergi meninggalkannya, mungkin dia memang sangat cemburu,'' ucap Tania sambil berjalan meninggalkan Andika.