"Ehem ehem," suara Reiner. Reiner mengagetkan mereka, mereka pun terkejut dan Andhika melepaskan pelukan Salsa dan duduk diatas Ranjang. Rainer mengajak Salsa untuk pulang dan memarahinya. Salsa sangat merasa malu dan takut kakak sepupunya marah.
"Sa coba deh jangan jadi cewek yang gampangan,"tegas Rainer.
Reiner menasihati Salsa, Salsa hanya bisa menunduk ia pun sangat malu, Salsa pun pergi kekamar dan tidur.
Keesokan harinya, Andika bersiap siap untuk pergi ke Rumah sakit ia merapikan pakaian dan rambutnya Ia pun pergi menemui Rainer dan salsa, Andika mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi kemarin.
Tok
Tok
Tok
Andika mengetuk pintu Apartemen Rainer. Salsa yang mendengar suara ketukan pintu itu pun membukakan pintunya.
"Kak Andika, masuk kak." Salsa pun mempersilahkan Andika untuk masuk.
"Makasih iya Sa, oh iya mana kakakmu?" tanya Andika.
Andika pun masuk ke dalam Apartemen Rainer Andika yang tak melihat Rainer pun menanyakan dimana Rainer.
"Di dalam kamar kak, masuk aja Dia mungkin masih bersiap siap," jawab Salsa.
Salsa memberitahu Andika kalau Kakaknya masih berada dalam kamar, Andika pun masuk ke dalam kamar Rainer.
"Oke aku ke sana dulu iya." Andika berjalan menuju kamar Reiner.
Tok tok tok
Andika mengetuk pintu kamar Rainer, Rainer pun keluar membukakan pintu kamarnya. Rainer sudah bersiap siap untuk pergi ke Rumah Sakit.
"Oh Andika, tumben kamu pagi pagi sudah ke sini?" tanya Reiner.
"Iya ada yang mau aku jelasin ke kamu. Masalah kemarin," jawab Andika.
Andika pun berusaha menjelaskan masalah kemarin yang ia lakukan bersama Salsa.
"Aku nggak butuh penjelasanmu, Yang aku butuhkan tanggung jawabmu sebagai laki laki."
Rainer pun turun menuju mobil. Ia sangat marah dengan Andika. Ia kesal melihat sepupunya berciuman dengan Andika.
"Oke aku akan menikahi Salsa," jawab Andika.
Andika bersedia untuk menikahi Salsa. ia pun bersungguh sungguh dengan perkataan Andika. Namun Salsa yang mendengar Andika akan menikahinya ia merasa sangat terkejut.
"Apa menikah kak!" Tanya Salsa ke Andika.
Andika pun menjelaskankan apa yang ia katakan.
"Iya Sa menikah kamu maukan kita menikah!" Andika pun memegang kedua tangan Salsa.
"Semua butuh waktu kan nggak semudah itu, aku pun harus menjadi Dokter yang berguna dulu kan, kakak tau kan aku masih magang, aku enggak mau semuanya rusak hanya gara gara cinta." Salsa pun menolak Andika.
"Aku akan menunggumu Sa, sampai kamu siap." Andika pun menuju mobil. Rainer dan Salsha hanya terdiam. Ia tidak berbicara apa apa. Saat tiba di rumah sakit Andika pun menggandeng tangan Salsa. Ia mengajak Salsa untuk menyiapkan peralatan yang akan digunakan saat memeriksa pasien. Mereka bertiga pun pergi ke ruangan pasien untuk memeriksa pasien. Salsa memperhatikan Andika ia pun merasa sangat kagum, melihat Andika yang sangat ramah dengan pasien. Jam menunjukkan pukul Sebelas saat mereka akan istirahat siang tiba tiba ada pasien yang masuk UGD mereka bertiga pun memeriksanya namun pasien tak tertolong. Pasien meninggal dunia. Salsa yang baru pertama menangani Pasien kritis itu sangat terkejut.
"Kak aku masih sedikit takut, Melihat pasien tadi, Sebelumnya setiap aku magang tidak pernah menemukan pasien yang begitu," ucap Salsha ketakutan.
Reiner pun menjelaskan ke Salsha apa yang harus dihadapi selama menjadi dokter.
"Kamu kan seorang Dokter jadi kamu harus kuat mental menghadapi berbagai macam pasien," ucap Reiner.
Reiner mencoba menasehati Salsa, Salsa mencoba untuk menguatkan dirinya.
Andika mengajak Salsa makan siang bersama.
"Sa makan siang ya di luar berdua," ajak Andika.
Rainer yang tidak diajak pun mengizinkan Salsa, ia pun mencoba untuk menyetujui hubungan mereka.
"Iya Sa, sana kalian pergi berdua, Kakak juga ingin makan bersama teman kakak," tegas Reiner.
Salsa yang merasa tidak enak kepada kakaknya pun mengajak kakaknya pergi bersama.
"Ayo kak makan bersama," ajak Salsa. Rainer pun menolak ajakan Salsa.
"Kakak bosan makan bersama Andika, Pergilah!" Tegas Reiner.
Mereka pun pergi menuju kantin, Andika pun memesan makanan untuk Salsa dan dirinya. Andika menyuapi Salsa. Mereka pun nampak sangat mesra. Selesai makan mereka pun kembali ke Rumah sakit Andika sangat senang raut wajahnya ceria. Ia pun pergi untuk mengecek pasien yang memiliki sakit di ususnya. Ia memutuskan untuk mengambil tindakan operasi karena usus buntunya semakin besar. Salsa pun ikut ke ruang operasi. Ia pun memperhatikan Andika. Ternyata Andika sangat tampan. Setelah 1 jam operasinya pun selesai. Operasinya berjalan sukses. Andika pun bersiap siap untuk pulang, biasanya ia mengambil lembur. Namun saat ia ditanya apakah mau lembur ia pun menolaknya ia mengajak Salsha pergi kencan.
"Sa hari ini kita keluar ya, ada film bagus di Bioskop." Andika mengajak Salsa menonton film di Bioskop.
Mereka pun pergi ke Bioskop. Andika mengajak Salsa menonton film horor. Saat film di mulai Salsa sangat takut. Dan menjadi kesempatan untuk Andika memeluk Salsa. Andika pun mencium bibir Salsa. Salsa pun sangat menikmati momen Kebersamaan nya, Waktu sudah jam 9 malam, Rainer pun menelepon mereka.
"Halo! Andika ini sudah malam," ucap Reiner.
"iya ini kami sudah mau pulang," jawab Andika.
Andika mengajak Salsa untuk pulang.
"Ayo Sa pulang ini sudah malam," ajak Andika. Andika mengajak Salsa untuk pulang.
"Ayo!" Mereka berdua itu pun pulang menuju apartemen mereka. Andika pun mengantarkan Salsa ke kamarnya. Setelah Salsa masuk Andhika pun kembali ke kamarnya. Setiba di kamarnya mereka pun beristirahat Andika pun mengirimkan Salsa chat.
"Selamat tidur sayang, sampai ketemu besok pagi," ucap Andika.
Rainer pergi ke kamar Andika. Ia menanyakan dari mana ia pergi bersama adiknya.
Tok ok Tok Reiner mengetuk pintu kamar Andika. Andika pun membukakan pintunya.
"OH kamu, kenapa?" tanya Andika. sambil membuka pintu
"Kalian dari mana saja," jawab Rainer.
ia pun sangat penasaran dari mana saja Andika dan sepupunya pergi ia takut kalau terjadi apa apa dengan sepupunya.
"Kami pergi menonton film di Bioskop, Ayo masuk." Andika mengajak Rainer masuk. Ia tau kalau sahabatnya pasti takut kalau adiknya pergi bersamanya melakukan sesuatu yang tidak tidak.
"Oh begitu, Aku mohon jaga dia jangan kau nodai bisa kan." Rainer pun berpesan kepada Andika untuk menjaga Salsa.
"Aku akan menjaganya, karena aku mencintainya, Aku pun tak berniat buruk kepadanya, apakah selama ini kamu belum mengenalku?" Tanya Andika. Andika pun menjelaskan kepada Reiner mengenai perasaanya.
"Terima kasih kau sudah mau mencintai Salsha dan bersedia menjaganya." mereka berdua pun pergi untuk masak mie dan makan bersama.
"Ayo kita makan mie bersama, sudah lama tidak makan mie bersama." Rainer mengajak Andika untuk masak mie.
"Ayo, kamu mau makan mi apa?" tanya Andika.
"Mi kuah saja ka, di tambah telur dan sayuran." mereka berdua itu pun makan mie dan mengobrol bersama. Dan akhirnya mereka pun tertidur.
Pagi hari mereka pun terbangun kesiangan Salsa yang sudah rapi mengenakan baju kerjanya itu pun pergi membangunkan Andika dan Reiner.
Tok Tok Tok
Salsa menekan tombol pintu Andika. Andika pun terbangun dan membukakan pintu. Ia tidak menyadari kalau ia hanya memakai celana boxer bergambar minnie mouse.
"OH Salsa, maaf kami baru bangun." Salsa hanya tertawa melihat Andika, Andika pun melihat ke bawah ia pun baru menyadari kalau ia hanya memakai boxer ia pun sangat malu dan lari ke kamar. Salsa pun masuk membangunkan kakaknya.
"Ayo kak bangun sudah siang." Rainer pun terbangun. Dan ia pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian.
Salsa membereskan Apartemen Andika yang sangat berantakan sisa mereka makan malam. Andika pun keluar kamar dengan mengenakan handuk pergi untuk menghampiri Salsa.
"Oh Salsa kamu belum pulang?" tanya Andika. Salsa pun berpamitan untuk pulang.
"Iya, aku pulang dulu," jawab Salsa. Salsa pun berpamitan tapi Andika menarik Salsa dan memeluk mencium bibir Salsa.