Laura mendatangi kantor Samuel dengan gaya angkuhnya seperti biasa. Ia tidak mempedulikan siulan dan godaan dari para karyawan tinja yang sedang meliriknya itu. Laura bahkan tidak bertanya pada mereka dimana bos tampannya berada. Ia hanya langsung berjalan lurus menuju sebuah ruangan dimana ia pernah melihat Samuel masuk ke dalam. Dugaan Laura ruangan itu adalah ruangan Samuel. Dugaannya tepat sekali. Saat Laura membuka pintunya, ia mendapati Samuel sedang memainkan ponselnya dengan sangat serius. Samuel menoleh pada tamu tidak sopan yang berani masuk ke ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Saat melihat wajah Laura, Samuel langsung berjengit dan keningnya berkerut tidak senang dengan kedatangannya sama sekali. Ia bahkan menunjukkan wajah tidak suka saat harus melihat gadis sombong

