30. Keputusan

2040 Words

"Baiklah." Ucap Gio tegas dan segera mengecup kening Ani dengan penuh kasih sayang, untung saja saat ini sudah melewati jam besuk dan hanya sedikit orang-orang yang masih berlalu lalang di sekitar Gio dan Ani. Keesokan hari nya, Helina terbangun dan segera mengerjap-erjapkan kedua mata nya secara perlahan-lahan, Helina sontak mengedarkan pandangan nya ke arah sofa tak ada siapa pun disana begitu pun dengan kursi di dekat jendela kamar nya itu, nihil Vian tak terlihat dimana pun! apakah Vian sudah pulang? atau kah Vian pergih kesuatu tempat? entah mengapa Helina masih merasa bersalah atas sikap nya semalam kepada Vian musuh nya itu, seharus nya Helina bisa menahan amarah nya dan tak berbicara sekasar itu pada Vian. Cklek.. terdengar suara pintu ruangan kamar VIP Helina terbuka, Helina son

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD