Bagaimana bisa Cici mempunyai nasib hampir sama seperti dengan nya? kesalahan apa yang membuat mereka berdua memiliki takdir seperti ini? Helina terdiam dan menitihkan air mata nya sedih memandang wajah Cici yang menunduk itu. "Mba Lina, boleh saja mengataiku.. atau pun memutuskan pertemanan dengan ku! tapi.. aku akan tetap menganggap Mba sebagai kakak ku." Ucap Cici cepat dan memberanikan dirinya menatap wajah Helina. Helina menggeleng dengan cepat, bagaimana bisa ia mengatai seseorang yang mempunyai nasib hampir sama seperti dirinya? Helina sangat tau betul bagaimana susah dan sedih nya ia melewati masa-masa remaja nya yang kelam itu. Helina melangkah kembali dan mendekat kearah Cici ia memeluk tubuh kecil Cici yang bergemetaran itu, Cici sangat lah mirip dengan dirinya yang dulu! rap

