"s**t! Diam! Aku sudah bilang tak mau melanjutkan kuliah bukan." Ucap Nava keras dengan nada suara serak nya itu, para Art itu sontak saling menatap satu sama lain sebelum mereka memutuskan untuk segara pergi dari depan kamar Nava. "Kenapa, di dunia ini tak ada yang menyayangi ku." Gumam Nava sedih di sela-sela tangisan nya itu. Sinar mentari pagi mulai menyengat wajah tampan dan tegas Vian yang sedari semalam memang duduk di dekat jendela, Vian yang mulai terbangun segera merentangkan tubuh nya karna dari semalam ia tertidur di kursi kecil yang kini ia duduki itu. Vian segera mengalihkan pandangan nya ke arah kasur untuk melihat keadaan Helina namun ternyata zonk! Helina sudah tak ada disana bahkan selimut nya terlihat rapih seolah-olah sudah pergi dari tadi. "Kemana pergi nya, Lina."

