"Vian, aku tidak akan meminta mu menjadi Ayah pengganti untuk Putri ku! Karna aku tau kau sudah berkorban banyak untuk kami berdua.. tapi, bolehkah aku minta tolong pada mu Vian? Tolong anggap dia dan sayangi dia, setidak nya berikan senyuman mu pada nya nanti saat kau sehabis pulang bertugas dan dia sedang menunggu kepulangan mu ya." Ucap Helina lirih dengan wajah sendu nya itu saat mengingat kembali kenangan pahit masa kecil nya dulu yang tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Ayah. Vian terteguh pikiran Helina sudah sangat panjang akan hidup nya nanti saat mereka berdua telah menikah, Vian tersenyum kecil entah mengapa hati nya merasa bahagia saat mendengar ucapan Helina ini. "Tentu saja, Lina.. aku akan menganggap Putri mu sebagai anak ku sendiri." Ucap Vian cepat dengan wajah t

