Bahagia Setelah Berpisah 48. ** PoV Yuni "Mbak kayak nya dia sakit benaran!" teriak Wira padaku. Ambar juga menatap aku memelas. "Hubungi Mas Hamdan sana, mengapa kau melihat aku seperti itu!" kataku ketus padanya. Masih bisa aku lihat raut wajah tak setuju nya namun dia tetap melakukannya. Dihubunginya Mas Hamdan agar membawa Ibunya ke rumah sakit. "Mas, Ibu sakit, Mas. Segera pulang!" "Mas masih jauh di perjalanan. Kamu segera bawa saja nanti Mas akan datang ke rumah sakit segera setelah pulang!" Ambar tak dapat berkata-kata, dia mematikan sepihak sambungan telepon itu. Dia diliputi rasa kebingungan. "Kamu dengar sendiri, Mbak. Mas Hamdan masih jauh dan Ibuku sakit. Di mana rasa perikemanusiaan kamu!" katanya padaku dengan suara cukup keras. Aku menghela napas, ku perhatikan

