BAHAGIA Setelah Berpisah 47. ** PoV Yuni. Aku begitu kasihan melihat tangisan anakku. Seumur-umur dia tak pernah bersedih seperti ini. Ketika menziarahi makam Bapaknya saja dia tak menangis, namun saat ini dia menangis karena uang yang di kumpulkan sedikit-sedikit itu hilang. Uang itu sudah di belikan nya perhiasan buat ku. Aku begitu terharu karena kebaikan Fatih dan hatiku merasa sedih ketika pemberiannya itu hilang. "Lantas bagaimana?" tanya Wira dengan panik. Dia merasa kasihan juga melihat Fatih. "Kalian periksa cctv!" perintahku. "Di kamar tak di pasang cctv, Mbak?" tanya Rosita. Aku menggelengkan kepala. Kamar itu ruang privasi jadi lebih baik tak di pasang namun bila sudah seperti ini akan lebih baik di pasang saja setelah ini. "Tidak, tetapi bila seperti ini sudah kej

