BAHAGIA SETELAH BERPISAH 19. ** Aku berjalan dengan langkah gontai hendak menuju panggung yang sudah dipersiapkan Pak Irsyad. Dari atas podium dia sudah tersenyum manis padaku. Tentu saja aku membalasnya. Tanpa terduga Mas Hamdan berjalan kearah ku dan wajahnya sulit untuk di tebak. Tentu saja aku sama sekali gak mempedulikannya. Dia menghentikan langkahku dengan berbisik kepadaku sambil memegang tanganku. "Yuni, jelaskan semua ini sejelas-jelasnya karena aku masih suami kamu dan aku berhak tahu kebenaran yang sesungguhnya," ucapnya dengan tegas. Aku melepaskan tangannya kasar dan mendengkus padanya. "Jangan sentuh aku, hormati aku!" "Kamu istriku!" dia memandang tajam dan aku terus berlalu. Aku sama sekali tak mempersoalkan dirinya. Di atas podium sana, Pak Irsyad menatap deng

