18. Akhirnya Dia Tahu

1385 Words

BAHAGIA SETELAH BERPISAH 18. ** Mas Hamdan menatap aku sengit. Dia begitu marah melihatku bersama Wira dan Rosita di gedung ini. "Pulang kamu, Yuni!" katanya dengan tatapan tajam. Dia menatapku dengan wajah datar. "Apa hak kamu, Mas. Ini bukan pesta kamu!" kataku melipat kedua tanganku. "Mengapa kamu bisa datang ke sini? Apa keperluan mu?" Dia berbicara ketus padaku dan sesekali tersenyum dengan orang banyak mengisyaratkan dia adalah tamu penting. "Ada keperluan atau tidak itu bukan urusanmu!" sentakku padanya. Rahangnya mengeras melihat jawaban ku yang ketus. "Kamu semakin berani sama aku, Yun. Aku perintahkan kamu, PULANG!" Dia berkata penuh penekanan. "Anggaplah kita tak saling kenal, Mas. Jika kamu malu mengakui ku, lagian kita juga sebentar lagi akan menjadi orang lain." ucap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD