"Gue gak habis pikir sama lo, Ra! Lo sampe begini cuman gara-gara mau temenan dan manfaatin kepintaran Arfa ?!"
Semua mengangguk menyetujui perkataan Sela. Sedangkan Fino menyudahi suapannya karena camilan di bungkus snacknya telah habis.
"Untung gaada om Tio. Kalo ada bisa habis lo Ra... Dan Arfa, bisa di gorok juga sama om Tio." Fino ikut berkomentar.
"Lo habis diapain aja sama Kak Arfa? Pokoknya, gue bakalan aduin ke om Tio yaa kejadian kemaren! Liat, gara-gara ulah kak Arfa lo jadi dapet begituan!" sahut Gea sambil menunjuk pergelangan kaki yang kini terpasang tensocrap dan dahi Clara yang tertempel plaster disana.
Clara mendelik dan menggeleng, "Ah, Gea mah jangan gitu atuh. Ini itu salah Clara aja yang ceroboh. Arfa cuman kebetulan ada aja pas Clara lagi sial."
Gea menarik napas hendak berkomentar lagi. Tapi dengan cepat Clara memotongnya.
"Clara janji abis ini Clara bakalan hati-hati dehh, suerrrr..."Dan Gea tidak tau harus berbuat apa. Clara terlalu keras kepala.
Semua diam. Suasana mendadak canggung.
Clara jadi tidak nyaman dengan ini. Ia melirik keempat temannya, dan tiba-tiba saja.
"Permisi."
Seseorang dari belakang Hasan muncul, sontak semuanya menoleh ke arahnya. Disana terdapat Aldo, yang kini tersenyum manis.
Gea merasa tersengat listrik saat melihat senyuman Aldo. Bahkan ia sampai meneguk susah payah salivanya. GANTENG BANGEDDDD!!!
Aldo hanya mendapat jawaban berupa tatapan heran dari kelima orang yang duduk di kursi kantin itu. Aldo menjadi kikuk dan akhirnya mengaruk tekuknya yang tidak gatal.
"Emmm.. Boleh gue ngomong sama Clara?"
Semua menaikkan alisnya, bahkan mata Clara membulat, ia menunjuk dirinya sendiri, "Aku?"
Aldo mengangguk, Clara menatap keempat temannya sekaan meminta persetujuan dan semua mengangguk.
Clara beranjak mengekor di belakang Aldo. Tapi karena keasikan menunduk Clara tak sadar bahwa mereka sudah berada di samping lapangan basket. Yang kebetulan disana ada kursi kosong.
Jedug.
"Aduhh..." pekik Clara.
Clara mengusap keningnya yang membentur punggung Aldo karena tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Aldo langsung berbalik dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Clara. Aldo mengusap kening Clara sedangkan Clara menahan segala clotehan yang sudah ujung lidah ingin ia keluarkan karena Aldo berhenti tanpa aba-aba.
"Sorry, gue gak sengaja."
Clara mendongak menatap manik mata Aldo, "Gapapa, salah aku kok kak yang jalan nggak liat-liat."
Aldo termangu, mata Clara membuat tubuhnya mematung. Desiran hebat terasa di benaknya secara tiba-tiba.
Untuk pertama kalinya, Aldo merasa ingin menghentikan waktu agar ia bisa bertatapan dengan Clara.
Clara melambaikan tangannya di depan wajah Aldo, dan kakak kelasnya itu tak kunjung berkutik.
Ctik.
Clara menjentikkan jarinya dan seketika itu Aldo tersadar.
Aldo gelagapan, bagaimana ini?
Ting ting ting.
Bel masuk berbunyi membuat Clara langsung berpamitan dengan Aldo."Ehhh kak udah bel, aku masuk dulu ya!" pamit Clara berlari menjauhi Aldo.
Saat ini ia harus segera masuk kelas. Tugasnya belum selesai!
"Clara! Id line lo apa?!" teriak Aldo.
Tanpa berhenti dan berbalik Clara menyebutkan nama id line nya.
"Clarakusumaliana!"
Dan Aldo tersenyum seraya menatap punggung Clara yang hilang di ujung koridor.
***
BRUKK.
Clara membanting tubuhnya di ranjang kesayangannya.
"Huuhhhh... Capek banget Clara," ucapnya seraya memejamkan matanya lalu terlelap.
Catat! Clara masih mengenakkan sepatu dan tas masih terpasang di punggungnya. Hingga nyeyak tidurnya dibuyarkan oleh suara notif yang bergetar di saku roknya. Notif brutal yang tak henti-hentinya meletup-letup seperti popcorn itu terus berdatangan.
Berbicara tentang popcorn, Clara jadi lapar. Bi Ijah masak apa ya? Popcorn di lemari habis tidak ya?
Oh! oh! Bakmi spesial bi Ijah kemarin masih ada tidak ha di dapur?
Clara terbangun lalu mengacak rambutnya frustasi. Kenapa jadi kepikiran gini sih?! Dia kan hanya ingin tidur, badannya lelah!
"Duhhhhhhh!!! Siapa ,sih, yang line Clara?! Gak tau apa kalo yang punya hp lagi tidur!" dengan ogah-ogahan Clara mengambil ponselnya di saku.
Di bukalah aplikasi line di ponselnya. Dan benar isi semua chat itu tidak faedah sekali.
LINE TODAY (20)
Hebohnya fans film azab indosiar hingga terkuaknya bapak dari anak yang di kandung Lucinta Luna.
AVAN-GERS (68)
Iya woi gue juga ngakak liatnya hahahaha.
SebelasIps5 (999+)
Emang bu Sukma receh banget.
Aldo_elano (3)
Benar?
Clara mengernyitkan dahinya saat melihat chat ber-id line Aldo_elano. Seingatnya ia tidak pernah punya kontak orang itu. Clara memutuskan membuka room chat orang tersebut.
Hai, Clara.
Ini Clara anak SMA Harapan?
Benar?
"Siapa ini? Jangan-jangan fans Clara? Oh my god! Clara punya fans tersembunyi!" girangnya sambil melompat-lompat di ranjangnya.
Ingat! Masih memakai sepatu dan tas masih terpasang di punggungnya.
Clara kembali duduk, ia selipkan rambutnya ke belakang telinga. Wajahnya ia pasang seperti orang penting. Gadis itu mengetik balasan pesan dengan elegan.
Iya benar, anda siapa ya?
Fans Clara ya?
Dapet id line Clara dari mana?
Clara terkikik geli melihat betapa sopannya balasan chatnya.
Read.
"Wohhh!!! Langsung di Read! Wahhh bener-bener fans Clara, nih!"
Clara menghentakkan kakinya kecil, tak sabar menunggu balasan chat itu.
Oh jadi bener.
Clara mengangguk, "Iya bener! Ini bener Clara kok," ucapnya seakan orang yang menge-chatnya berada di depannya.
Ini aku Aldo.
Mata Clara menatap sekeliling, alisnya bertautan "Aldo?" gumamnya.
Aldo siapa ya? Clara ga punya temen namanya Aldo. Yeee ngada-ngada ya mas!
Gue kakak kelas lo, yang dibelakang sekolah.
Yang beli s**u nasional di taman.
Clara kembali mengingat, tapi karena kondisi perutnya kosong maka otaknya sedikit tersumbat. Gadis itu tak bisa mengingat kejadian yang disebutkan oleh orang tersebut.
Maaf, Clara nggak inget mas. Sepertinya mas salah sambung.
Clara menunggu balasan dengan hikmat, tiga menit belum juga di read.
Tujuh menit sudah Clara menatap room chat tersebut.
Kruyuk kruyuk.
Clara memegangi dan mengusuk perutnya, "Wahhh tunggu ,ya, nak. Mama cari makanan dulu kebawah."
Dengan terburu-buru Clara membuka sepatunya, melepas tas punggung dan berlari kedapur.
Clara mengambil segelas air putih lalu beranjak ke arah meja makan. Mungkin bi Ijah telah menyempatkan memasak sebelum pergi ke pasar.
Tepat di depan meja makan Clara mendengus kesal. "Nggak ada makanan, sih! Clara mau go food tapi nanti takut khilaf kalo liat menu makanan di daftarnya."
"Ah sudahlah, minum air putih aja, itung-itung diet." setelah itu Clara meneguk air putihnya dengan hikmat hingga getaran ponsel di meja membuat Clara melirik dan memutuskan mengecek pesan yang barusan masuk.
Bukannya gue mau bahas lagi ya, tapi kayaknya cuman kejadian ini yang bakal bikin lo inget gue.
Gue cowok yang mergokin lo di toilet cowok dulu.
Byur.
Uhuk uhuk.
Clara memuntahkan air putih di mulutnya ke dalam gelas kembali. Dan tak dapar dipungkiri, dia tersedak.
Clara mengusap mulutnya, lalu mengetikkan sesuatu sebagai balasan.
Oh iya, Clara ingat kok. Itu tadi Clara cuman pura-pura lupa aja.
Ohhh kirain beneran lupa.
Engga kok hehe.
Lagi apa?
Bales chat kakak lah.
Bukan maksud gue, sekarang lo lagi apa?
Bales chat kak Aldo.
Bukan itu maksudnya.
Loh beneran, ini aku lagi bales chat kak Aldo.
Iya deh iyaaa. Gemes gue lama-lama.
Clara memang gemesin kak 😋
Dan beberapa saat hening. Clara bingung mau membalas apa lagi. Bahkan Aldo diseberang sana pun ikut bingung hendak berbicara apa lagi.
Kak
Kak Aldo
Kak
Iya kenapa Clar?
Boleh minta id line kak Arfa?
Buat apa?
"Ish! Ya buat line kak Arfa lah, pake nanya segala buat apa." hardik Clara, tapi tentu saja ia tak mengetikkan hardikannya itu pada Aldo.
Boleh nggak kak?
Boleh ya?
Boleh dong!
Iya
@Arfa_alano
Makasi kak
Sama sama, gue mau pergi, lanjut chat nanti ya.
👌
Buru-buru Clara meng add id line Arfa dan langsung mengirimkan pesan.
Woiii!
Yuhuuuu
Arpaaaa!
Diamanakah kau kini?
Aku mencarimuuu arda
Ehhh typo
Aku mencarimu Arpaaaa!
ASSALAMUALAIKUM WAHAI MANUSIA CIPTAAN TUHAN!
BARANG SIAPA YANG TIDAK MENJAWAB SALAM MAKA ALLAH AKAN ---
WAALAIKUMSALAM!
Bacot! Diem lo!
Clara menghapus pesan sebelumnya karena Arfa telah membalas pesannya.
Wushhh nyelo atuh mas!
Santuy santuy. Ngegas mulu kalo sama Clara.
Dan tidak ada balasan, Clara menunggu Arfa me-read pesannya, hingga tangan Clara tak tahan mengetikkan sesuatu di room chatnya dengan Arfa.
Arpaaaa!
Guk guk
Woiii mas!
Bales napa?!
Abis ya kuotanya?!
Mau Clara beliin?
Ehhh nggak deng becanda hahaha.
Dan tidak ada balasan. Clara jadi gemas sendiri! Akhirnya Clara memutuskan untuk menelfon sang pemilik ponsel itu.