Arin terisak melihat suaminya duduk berdua dengan seorang wanita di sebuah restoran yang bersebrangan dengan kantor Aldo. Aldo yang ia tahu anti dengan perempuan, kini terlihat santai saja berbicara dengan wanita yang Arin yakini adalah Citra, wanita yang tadi pagi menelpon suaminya. "Cewek itu cantik, tinggi dan langsing. Pantas aja Aldo mau jadiin dia istri dulu" ringisnya lalu menatap diri sendiri yang masih gemukkan karena masih menyusui. Arin menghapus air matanya kasar, ia tak kuat melihat semua ini. Dia merasa harus menghentikan kedekatan mereka berdua sebelum Aldo jatuh lagi dalam pesona gadis berlesung pipi itu. Dengan langkah cepat di dorongnya kursi dorong si kembar ke meja tempat dimana Aldo dan wanita itu berduaan. Brakkk Arin memukul meja dengan keras membuat Aldo dan wan

