Arin hanya menatap geli pada kedua manusia yang sedang mengurus kedua putranya itu. Tubuhnya yang masih terasa berat karena kepalanya pusing mengakibatkan dirinya hanya bisa memandangi putra-putranya. Tanpa bisa dekat dengan mereka, karena batuk yang takut ia tularkan pada si kembar. Tapi keadaannya yang sedang sakit, membuat kedua orang berbeda jenis yang tak jauh darinya itu memiliki kesempatan berdua. Yup, itulah mereka. Robin dan Tania. Keduanya tengah repot mengganti popok dan memberi s**u pada Ar dan Al. Tentunya dengan perdebatan perdebatan yang banyak memakan waktu. "Robin, lo gimana sih? Ar nangis itu" "Terus mau gimana lagi, calon istri? Gue mana bisa gendong dua-duanya. Makanya lo cepetan buatin s**u untuk Al" "Uaaaa....uaaaa" tangis Arsenio semakin menggelegar mendengar d

