Tidak Ingin Berhenti Memiliki

1095 Words

Arkan hampir menciumnya namun untung saja suara ketukan pintu menjadi pemutus tatapan mereka. Seseorang yang tidak diketahui siapa datang di waktu yang tepat. Pelukan tidak lagi menghambat langkah Lunar untuk mundur. Mereka tidak seharusnya berdekatan seperti sekarang setelah apa yang terjadi sebelumnya. "Tuan?" Suara Sekretaris Ham, hanya diberikan sedikit celah untuk melihat ke dalam kamar. Dia bisa melihat keberadaan dua orang itu di pintu masuk. Arkan menaikkan sebelah alis, tidak menggeser kaki cekatannya untuk menahan pintu. "Ada apa? Kau melihatku seperti hantu." "Saya khawatir karena nyonya tidak kunjung datang ke lobi." Arkan menoleh ke arah wanita yang kini berdiri di dekatnya, lalu pandangannya diarahkan kembali pada Sekretaris Ham. "Lunar tidak akan pergi ke mana-mana hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD