Memintal Rindu

1064 Words

Arkan duduk di lantai kayu sambil memandang ke arah langit gelap. Bukan hanya siang saja, menikmati pemandangan di atas gunung pada malam hari juga terasa menyenangkan. Dia menyesal tidak melakukannya dulu bersama Lunar. "Kau meminum kopi malam ini, apakah nanti tidak sulit memejamkan mata?" Arkan menurunkan pandangan ke arah pria yang kini duduk pula bersamanya. Rian meletakkan satu gelas teh hangat di atas meja rendah yang mereka tempati. "Aku hanya ingin meminum kopi." Rian menggeleng-gelengkan kepala. "Alasan yang tidak masuk akal, tapi bisa diterima. Terkadang istriku juga berkata seperti itu saat mengidam." Mereka duduk di luar mengenakan jaket tebal. Lama mereka berbincang mengenai banyak hal, tentunya percakapan antara sesama pria. Dia banyak mendengar bagaimana kehidupan ruma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD