Barang-barang sudah dikemas dengan rapi. Mereka membawa apa yang bisa dibawa untuk saat ini, selebihnya dibiarkan tinggal untuk dibawa ketika memiliki kesempatan. Seperti janji Arkan, apartemen akan menjadi milik Lunar dan akan didatangi sesekali ketika rindu. Mereka terkejut mendapati Arkan yang masih menunggu. Sayangnya, hal itu tidak membuat hati sang ibu luluh. Lunar tetap ditarik untuk pergi bersama. Tidak ingin memberikan kesempatan sedikit pun untuk bicara karena memang rasa kekecewaan sangat dalam. "Lunar," panggil Arkan. Sang ibu menoleh lebih dulu. "Tidak ada hal yang perlu kalian bicarakan. Jangan ganggu atau pun berusaha untuk menemui putriku lagi. Ayo, Lunar. Aku akan mencarikan suami yang baik. Kalian akan menikah dan aku akan memiliki cucu. Nico lebih cocok untukmu diband

