Kean menatap kepergian Amanda dengan helaan napasnya. Ia tahu, Amanda pasti akan terus datang ke kantornya. Jika ia terus berusaha untuk menghindarinya.
Kean kembali duduk di kursi kebesarannya dan fokus pada pekerjaannya yang sempat tertunda karena kedatangan Amanda.
Tak lama kemudian, Andre datang dan langsung duduk di depan Kean dengan wajah yang tertekuk kesal.
“Kenapa Lo? Datang-datang cuman nunjukin wajah nggak enak di lihat?” cibir Kean tanpa melihat Andre.
“Itu barusan gue papasan sama cewek pengeretan. Songong banget gayanya, kayak istri dari pemilik perusahaan aja. Semua karyawan harus hormat sama dia,” adu Andre yang jengkel melihat kelakuan Amanda yang berlebihan menurutnya terhadap karyawan Kean.
Kean hanya bergumam mengiyakan ocehan Andre yang memang sejak dulu tidak pernah menyukai Amanda. Jadi, percuma juga jika ia membela Amanda. Andre akan semakin kesal nantinya.
“Lo gimana, sih? Masa diam aja, dia bertingkah seperti itu? Belum ketahuan aja sama Om Rangga, habis dia pastinya,” gerundel Andre yang sangat membenci Amanda.
Kean menghembuskan nafasnya panjang. “Kalau Lo kesini cuman mau aduin sikap Amanda, lebih baik Lo pergi! Kerjaan gue masih banyak dan gue sibuk. Silahkan! Pintunya di sebelah sana!” Tunjuk Kean ke arah pintu keluar ruangannya.
Membuat Andre mendengus sebal dan mulai membuka dokumen yang harus mereka bahas. Terkait tentang kerja samanya.
####
Sesampainya di studio foto, Mike menghembuskan napasnya jengah. Pasalnya, di depan pintu masuknya, Sarah sedang berdiri sambil tersenyum manis ke arahnya. Seolah lupa tentang apa yang terjadi pada mereka kemarin.
“Ngapain lo ke sini lagi?” ketus Mike yang membuka pintunya. Mengabaikan keberadaan Sarah yang ada di sebelahnya.
“Ih, kamu kok gitu, sayang. Aku kan kangen, tahu,” rengek Sarah manja. Sambil tangannya ingin memeluk lengan Mike yang langsung di tepis dengan kasar olehnya.
“Lo amnesia? Kita sudah putus kemarin dan bahkan lo minta semua barang yang sudah lo kasih ke gue, lo minta lagi. Duit juga, kan? Cih.” Mike berdecih seraya tersenyum mengejek, lalu masuk ke dalam studionya.
Sarah mendengus kesal, mendengar ejekan Mike kepadanya. Ia juga ikut masuk ke dalam, mengikuti langkah Mike yang menuju ke ruang pemotretan.
“Aku hanya menganggap kalau kamu cuman marah. Dan nggak menganggap serius pernyataan putus dari kamu. Jangan kayak gitu lagi, yah?” ungkapnya dengan gaya centilnya.
Mike menyeringai, “Sorry, tapi gue udah muak sama tingkah lo yang posesif dan sok ngatur-ngatur hidup gue. Lo lupa, siapa diri lo buat gue?” Mike tersenyum meremehkan sambil terus mengecek semua kamera dan alat-alatnya.
Sarah terdiam dengan emosi yang memuncak. Sementara Mike tak mau sedikit pun menoleh ke arahnya.
“Lebih baik lo cepat pergi dari sini sebelum klien gue datang. Ah, dan satu lagi. Barang-barang lo sudah gue kirim ke apartemen lo,” ujar Mike yang masih fokus membersihkan lensa kamera yang akan ia gunakan pagi ini.
Sarah yang merasa sia-sia untuk membujuk Mike agar mau kembali padanya. Dengan kesal mengentakkan kakinya dan pergi dari studio Mike yang juga memiliki banyak kenangan indah mereka berdua.
Melihat kepergian Sarah, Mike tersenyum menyeringai. Ia sudah menyiapkan hadiah bagus untuk Sarah. Dan ia yakin sekali, Sarah akan sangat marah nantinya.
Benar saja, sesampainya Sarah di apartemennya. Kedua temannya sudah menunggunya untuk membuat perhitungan dengannya. Pasalnya, Mike mengirimkan video kegiatan panas antara Sarah dengan salah seorang kekasih dari temannya tersebut.
####
Sesuai janjinya kepada Rea. Mike telah menunggu kepulangannya di dalam mobil. Mengirimkan pesan pada Rea bahwa ia telah sampai dan sangat kelaparan. Maka dari itu, Rea diminta untuk secepatnya pulang.
Rea terkekeh membaca pesan yang Mike kirimkan. “Dasar aneh,” gumam Rea tersenyum geli membayangkan wajah kesal Mike yang sedang kelaparan dan menunggunya di dalam mobilnya.
“Ngapain lo senyum-senyum gitu? Masih waras?” ejek temannya yang juga akan pulang.
Rea hanya mendengus sebal lalu berganti baju. Ia sangat yakin jika Mike pasti akan mengomel nantinya.
“Gue duluan, yah! Bye semua,” pamit Rea yang bergegas menuju ke mobil Mike yang terparkir rapi di depan toko baju yang ada di samping minimarket.
Rea masuk ke dalam mobil dan memakai seatbelt. Mike tersenyum tipis melihat kedatangan Rea.
“Lama banget, sih? Nggak tahu gue udah lama banget nungguin Lo pulang,” cerocos Mike yang mengadu karena kelaparan.
Ia memang melewatkan makan siangnya, sebab pekerjaannya sangat banyak hari ini. Dan besok, ia juga akan lembur.
Maka dari itu, hari ini, Mike ingin menghabiskan malam bersama dengan Rea. Lebih mengenal sosok gadis jutek namun lucu itu lebih dalam lagi.
Mike membawa Rea ke restoran yang berada di pinggir pantai. Nuansa yang romantis membuat Rea tertawa sepanjang acara makan malam mereka.
“Terus saja ketawa, kering nanti bibir Lo!” ucap Mike sinis.
Ia sangat kesal di tertawakan oleh Rea.
“Oke, maaf. Soalnya Lo lucu! Sumpah! Gue nggak nyangka kalau Lo orang yang romantis. Karena gue nilainya, Lo orang yang nggak suka ribet. Tapi ternyata salah yah?” ungkap Rea yang tidak menyangka akan mendapatkan makan malam romantis dari Mike malam ini.
Walaupun dia sangat bahagia. Namun, ada rasa yang belum bisa membuatnya merasakan kelegaan. Masih ada yang mengganjal di hatinya tentang kejelasan hubungan mereka.
“Ya, gue kan hanya ingin buat Lo seneng aja! Biar nggak sedih lagi. Tapi malah Lo ketawain!” tukasnya berpura-pura merajuk.
Rea semakin terbahak di buatnya. Malam ini, ia benar-benar bisa tertawa lebar dan puas. Mike ternyata mampu mengisi kekosongan hatinya yang masih terjebak dalam pusaran masa lalu.
Hingga kini masih saja tetap menghantuinya. Entah sampai kapan Rea akan selalu terbayang-bayang oleh kejadian itu.
Mike tersenyum tipis melihat tawa bahagia Rea. Ia puas bisa membuat gadis jutek tersebut tertawa. Walaupun hingga saat ini, Mike masih belum tahu apa sebenarnya alasan yang menjadi penyebab kesedihan Rea.
Gadis itu masih sangat susah untuk di tembus. Pertahanan yang ia bangun, masih belum bisa Mike hancurkan.
Mike merasa ia telah banyak berubah dari kebiasaannya dulu. Dulu, ia hanya merasakan di kejar dan di limpahi cinta yang banyak dari para kekasihnya. Di puja dengan segala sesuatu yang ia inginkan
Tapi tidak berlaku bagi Rea. Gadis itulah yang membuat Mike melakukan hal yang seharusnya di lakukan oleh para laki-laki. Berusaha keras untuk bisa menaklukkan hati sang pujaan.
“Oke. Gue sangat berterima kasih sama Lo. Karena Lo mau peduli sama gue. Tapi gue baik-baik saja kok. Itu hanya bagian dari masa lalu gue aja,” jelas Rea dengan senyumannya yang menawan..
Mike menganggukkan kepalanya pelan. Tak ingin berdebat lagi seperti dulu. Ia hanya ingin lebih mengenal sosok gadis cantik nan jutek tersebut.
Karena rasanya, Mike sudah mulai jatuh cinta padanya.