Melihat Kean yang hanya diam dan tampaknya memikirkan kata-katanya, Amanda tersenyum puas. “Sekarang kamu pulang, aku juga mau ke rumah sakit. Dan satu hal lagi, Rea tidak selingkuh. Karena aku tahu seperti apa istriku sendiri. Jadi, berhenti menjelek-jelekkan istriku. Itu membuatku kesal,” ketusnya yang langsung berdiri dan berbalik. Dan melangkah untuk menuju pintu. Namun langkah kakinya terhenti oleh sebuah pelukan dari belakang oleh Amanda. Wanita tersebut memeluk Kean erat-erat, “Nggak! Jangan benci aku lagi. Aku janji nggak akan buat kamu marah lagi. Please!” mohon Amanda sambil merengek. “Lepasin tangan kamu!” desis Kean yang kesal saat ini. “Nggak mau! Kamu harus janji buat nggak musuhin aku lagi. Janji, yah?’ desak Amanda yang tetap keukeuh memeluknya meskipun laki-laki it

