Kean hanya diam dan menunggu. Membiarkan Rea menenangkan dirinya dan hatinya sendiri lebih dulu. Ia tak bisa berbuat banyak untuk saat ini. Sebab perempuan itu memang membutuhkan waktu untuk sendiri. Kean memilih untuk duduk di sofa dan mengawasi Rea yang menumpahkan segala kekecewaannya dalam tangisan yang sejak tadi tak bisa lagi ia tahan lebih lama. Perempuan itu juga tak peduli pada Kean. Terserah laki-laki tersebut akan melakukan apa. Rea tak ingin memedulikannya. Tak hanya kecewa kepada Mike, ia juga kecewa kepada Bian atau Kean. Berusaha membuat dirinya percaya, namun dia pula yang menghancurkannya hingga berkeping-keping. Bagi Rea, tak ada yang bisa di percaya selain Bu Naima dan Kak Nico. Orang yang benar-benar tidak akan menyakiti hatinya selama ini. Lelah menangis, Rea

