Bab 117. Penguntit

1185 Words

Setelah memutuskan sambungan panggilannya dengan Andre, Kean segera menghubungi Rea. Ingin mendengar cerita dari istrinya tersebut. “Ya. Hallo, sayang!” sapa Rea dengan nada riang mendapatkan panggilan video dari suaminya. “Hai, sayang. Sedang apa?” tanya laki-laki itu yang hanya melihat banyak sekali tumpukan majalah di hadapan Rea yang duduk di lantai di ruang tv. “Ah, ini. Biasalah, majalah fashion, supaya selalu terlihat cantik di depan kamu, dong,” kilahnya yang menghadapkan layar ponselnya ke wajahnya. “Nggak, sibuk? Sudah sarapan belum?” tanya Rea basa-basi. Karena bibirnya sangat ingin menceritakan tentang kebahagiaannya kepada Kean. Tentang kehamilannya yang baru saja ia tahu tadi. Namun, ia tidak bisa bertindak gegabah seperti itu. Terlebih lagi, Kean masih belum jelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD