Akhir-akhir ini, Rea merasakan tubuhnya tidak begitu fit. Ia merasa mudah lelah dan sering mual di pagi hari. Seperti bukan dirinya yang biasanya saja. Terlebih ia yang dulunya tidak menyukai buah-buahan masam, beberapa hari ini entah mengapa ingin sekali menikmatinya di saat waktu-waktu yang tidak bisa ia tentukan. Karena keinginan itu muncul begitu saja. Kean tentu tidak mengetahui keadaan istrinya saat ini, pasalnya ia sedang berada di Jepang. Memeriksa pembangunan anak perusahaannya di sana yang pastinya memakan waktu lama. Sedangkan Rea tidak ingin ikut karena pekerjaannya di butik juga restoran sangat banyak. Terlebih lagi, tantenya juga sedang berada di Korea untuk urusan pekerjaan. “Nyonya, nggak apa-apa? Masih mual?” tanya bibi yang menemaninya di penthouse selama Kean per

