Rea duduk sendiri seraya menatap ke arah jendela. Di mana banyak sekali orang berlalu-lalang dengan segala kesibukannya. Wanita tersebut tersenyum tipis tatkala melihat sebuah keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia. Seorang ayah yang menggendong putranya, dengan tangan satunya yang di gandeng oleh istrinya yang terlihat hamil besar. Berjalan bersama di trotoar, entah membicarakan apa. Hanya tawa yang terlihat di wajah mereka. Harmonis dan bahagia sekali bukan. “Apakah aku juga akan bisa memiliki kesempatan untuk bahagia seperti itu?” gumamnya sembari mengusap perutnya dan menunduk. “Semoga saja Papa kamu bisa menerima kehadiranmu, ya, sayang,” harapnya dengan mata sendunya. Kean pulang sedikit lebih awal hari ini. Pasalnya, Johan yang memintanya untuk makan malam bersama di ma

