Karena kepergiannya yang terbilang cukup lama ke Jepang. Pekerjaan Kean menumpuk sangat banyak di kantor. Dan karena itu, laki-laki tersebut selalu pulang tengah malam untuk menyelesaikannya. Rea memang tidak terlalu memusingkannya. Sebab ia tahu kesibukan suaminya seperti apa. Dan mencoba untuk menerimanya. Meski terkadang ia merasa kesepian. Wanita hamil tersebut merasa tenang, kala Kean tak mencurigai perubahan moodnya yang terkadang tak bisa ia kendalikan. Saat ini, Rea sedang duduk sendiri di ruang tengah. Menyaksikan acara televisi yang sebenarnya tidak menarik sama sekali. “Bosan,” keluhnya sembari mengganti channel televisi terus menerus. Namun tak ada satu pun yang menarik hatinya. Di liriknya jam yang menggantung di dinding. Menunjukkan pukul delapan malam. “Kean suda

