“Sudah jangan menangis terus. Nggak malu apa sama Bian? Masa cengeng sih? Cuman playboy cap kaleng biskuit aja, kamu tangisi. Masih banyak kok cowok yang baik di luar sana. Contohnya, Bian. Dia baik kan? Jangan hanya gara-gara satu cowok kamu terus-terusan nangisin dia. Dan tersiksa sendirian. Sedangkan dia bisa hidup bahagia tanpa memikirkan penderitaan kamu. Sudah jangan nangis, nanti kalo mama tahu. Bisa habis kakak yang di omeli.” Nasehat Nico sambil bercanda. Mau tak mau, baik Rea maupun Bian tertawa kecil mendengar kata-kata Nico. “Kakak, ihh. Masa Bian sih? Dia kan temen aku,” protes Rea yang telah menghentikan tangisannya. “Loh? Memangnya Bian kenapa? Dia kan juga laki-laki. Suka sama perempuan kan? Apa yang salah? Aneh kamu ini,” balas Nico yang sebenarnya tahu maksud Rea. H

