Kean segera mendorong tubuh Amanda dari tubuhnya. Begitu melihat kedatangan istrinya. Dan sepertinya perempuan itu tidak sedang baik-baik saja saat ini. “Sa-sayang, kamu ke sini?” tanya Kean dengan gugup. Melihat sorot mata tajam dan seolah ingin memangsa orang, laki-laki itu tahu jika istrinya pasti akan sangat marah saat ini. Rea menatap tajam Amanda yang tersenyum mengejek ke arahnya sembari membenarkan rambutnya dengan santai. Perempuan itu menepis tangan Kean yang ingin merangkulnya. “Kenapa Nenek sihir ini ada di sini?” tanyanya seraya menoleh ke arah Kean yang kaget mendengarnya memanggil Amanda dengan sebutan itu. “Ah, aku tadi hanya mendengar kasak-kusuk dari karyawan kamu. Kata mereka, ‘Apa nenek sihir itu nggak malu datang ke kantor laki-laki yang sudah beristri?’ Begitu

