Kean masih bersandar di dinding sebelah pintu masuk ruang Home theater dengan degup jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya. “Gila! Kenapa Aku jadi m***m begini?” keluhnya kesal, seraya melirik ke bawah tubuhnya. Menghela napasnya panjang. Jika perempuan lain, laki-laki tersebut tak pernah merasakan apa-apa. Bahkan Amanda sekali pun yang memakai baju seksi, Kean tak pernah tergoda sekali pun. Tapi mengapa saat melihat Rea, ia bisa b*******h. Hanya dengan bathrobe yang ia kenakan. Wajah yang masih di penuhi tetesan air, serta rambut yang di bungkus oleh handuk kecil dengan air yang juga masih menetes. Rea terlihat jauh lebih seksi di mata Kean. Normal rasanya, jika laki-laki itu bisa b*******h. Terlebih lagi memang Rea memiliki body goals idaman semua perempuan. Di tunj

