Bab 107. Janji Nggak gitu lagi

1264 Words

Kean menghela napasnya berulang kali. Mencengkeram rambutnya kasar. Menoleh ke arah Rea yang sudah tak berdaya di sisinya. Matanya terpejam dengan sisa-sisa jejak air matanya. Bahkan masih terdengar suara sesenggukannya meski dengan mata terpejam. Kean mengusap puncak kepalanya dengan lembut. Membersihkan sisa-sia air matanya. Mengecup kening istrinya sembari bergumam, “Maaf,” lalu beranjak berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Rea, perempuan itu hanya bisa menangis terisak-isak di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuh nakednya. Di lihatnya, banyak sekali bekas kissmark di seluruh tubuhnya. Tampaknya, Kean memang melampiaskan semua kemarahannya padanya pagi ini. Rea tak habis pikir, mengapa suaminya bisa semarah itu? Dan itu sangat menyeramkan baginya. Set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD