Bab 106. Pasrah dan Mengalah

1329 Words

Melihat Kean yang akan pergi menyusul istrinya. Amanda segera mencegahnya. Mencengkeram tangan laki-laki tersebut. “Tunggu, Kean. Biarkan saja dia pergi. Toh, kalau memang dia pintar, seharusnya dia bertanya. Bukan malah pergi begitu saja seperti pengecut,” cibirnya dengan sinis. Kean menghempaskan cekalan tangan Amanda dan menatapnya tajam. “Ini pasti ulah kamu, ‘kan? Ingat! Papa tidak akan pernah melepaskanmu, kalau kamu berani mengusik menantunya, camkan itu Amanda!” ancam laki-laki tersebut yang membawa kotak makanan Rea seraya berlari keluar ruangannya. Berharap masih bisa menyusul istrinya tersebut dan menjelaskan kesalahpahaman ini. Namun, saat Kean sampai di depan pintu keluar perusahaannya. Ia melihat Mike membukakan pintu untuk Rea dan perempuannya itu masuk ke dalam mobil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD