Kesal melihat kepergian Kean begitu saja dengan penuh amarah. Rea hanya bisa terdiam seraya menundukkan kepalanya. Menyembunyikan Isak tangisnya di atas meja. Di balik lekukan kedua tangannya. Perempuan itu menangisi kepergian suaminya yang tidak mau mendengar apa pun kata-katanya. Meski memang terdengar seperti sebuah pembelaan belaka. Namun satu yang pasti, Rea benar-benar tidak mau kembali kepada Mike lagi. Tidak seperti dugaan Kean selama ini. Bahwa ia akan kembali ke pelukan laki-laki b******n yang telah mempermainkan harga dirinya sedemikian sakitnya. Hingga kini rasanya kebas juga mati rasa. Tak ada lagi debar-debar penuh cinta yang dulu selalu berdetak kencang kala bertemu dengannya. Tak ada lagi rasa ingin terus melihat wajah tampannya. Tidak. Sama sekali tidak. Rasa cinta

