Rea perlahan membuka matanya. Merasakan jika tubuhnya terasa lebih segar dan pusing di kepalanya juga hilang. “Memang tidur adalah yang terbaik!” serunya seraya meregangkan kedua tangannya ke kanan dan kiri. “Aduh!” pekik seseorang di sebelahnya yang kesakitan akibat terkena tangan Rea. Tepat mengenai pipi sebelah kirinya. Rea sontak saja menoleh dan terkejut. “Eh? Maaf! Aku nggak tahu kalau kamu tidur di sini,” ujar perempuan tersebut merasa bersalah. Dan langsung duduk menghadap Kean, sambil sedikit membungkukkan tubuhnya untuk melihat luka di sudut bibir laki-laki itu. Tangan Rea menyentuh sudut bibir Kean yang tanpa sengaja terkena pukulannya tadi. Kean masih meringis kecil, sambil menyentuh pipinya yang terkena tangan istrinya itu. “Maaf, yah? Aku nggak tahu kalau kamu a

