Laki-laki itu hanya terdiam sepanjang jalan menuju ke tempat dinner yang telah di siapkan olehnya untuk istrinya itu. Masih memikirkan ucapan Rea yang memang ada benarnya. Untuk segalanya ia memang memilikinya. Akan tetapi, cinta, laki-laki memang masih belum yakin pada hatinya sendiri. Siapakah perempuan yang ia cintai. “Masih jauh, yah?” tanya Rea yang tampaknya tak sabar ingin melihat hasil pekerjaan Kean. Apakah laki-laki itu bisa memberikan candle light dinner yang sangat romantis baginya. “Sebentar lagi sampai kok, kamu sudah kelaparan, yah?” sahut Kean sambil terkekeh geli. Lucu melihat ekspresi wajah Rea yang terlihat jelas sudah tidak sabar ingin makan. “Iya lah. Memangnya nggak capek apa, dandan dua jam cuman buat makan malam ini. Eh, tapi nggak jadi pakai gaunnya. Awas s

