Bab 80. Sempurna Tanpa Cinta

1416 Words

Berkali-kali Kean menghembuskan napasnya. Ia tidak ingin lepas kendali lagi. Rea benar-benar menguji ketahanannya untuk tidak menciumnya saat ini juga. “Rea sayang, dengerin aku. Kamu istri siapa?” Kean berbicara dengan cara terlembut yang bisa ia lakukan. Walaupun sedang menahan amarahnya juga gairahnya sendiri saat ini. Rea mengerjap beberapa kali. “Istri kamu lah! Kan kemarin kita menikahnya, gimana, sih?” sungutnya yang kesal akan pertanyaan konyol Kean menurutnya. “Jadi, apa kewajiban suami kepada istri?” Lagi, Kean bertanya. “Tugas suami?” beo Rea seakan berpikir. “Hm, memang apa saja? Bukannya membahagiakan istrinya, kan? Lalu menjamin kehidupan wanitanya, benar nggak, sih?” imbuhnya lagi. Seraya mendongak, menatap Kean yang berdiri menjulang di sebelahnya. “Nah, itu tahu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD