Kean keluar dari mobilnya dan merapikan jasnya. Lelah dengan banyaknya pekerjaan, di tambah lagi masalah rumah tangganya. Pria itu memutuskan untuk memakai supir mulai saat ini. “Kean!” seruan seseorang dari arah belakangnya yang membuatnya menghentikan langkahnya dan menoleh. Mengerutkan keningnya saat melihat Amanda berjalan menghampirinya dengan senyum bahagianya. “Pagi, Kean!” sapa wanita tersebut. Kean hanya berdehem menjawabnya. “Ngapain kamu di sini pagi-pagi?” tanyanya dingin. “Aku nggak boleh masuk sama satpamnya. Aku Cuma mau ajak kamu sarapan bareng kok. Kamu pasti belum sarapan, ‘kan?” tanya Amanda dengan raut wajah berharapnya. Kean menghela napasnya dan mengangguk. Toh, percuma juga menolaknya. Ia tahu sekeras kepala apa Amanda. “Terima kasih, Kean. Setelah sara

