22. Kebenaran Tentang Nenek Rida

1028 Words

"Yana, kamu ngapain di situ? Ayo, sini masuk! Biarin aja nenek kamu mengerjakan tugasnya dulu. Enak aja udah numpang hidup, mau makan tidur gratis, huh!" Suster Fira menarik lengan anaknya Yana membawanya masuk ke dalam. Peluh keringat dan bulir air mata bercampur jadi satu, terlihat jatuh membasahi pipi wanita paruh baya itu. Sementara di dalam rumah, Fira sedang mengadu pada suaminya. "Mas, kamu kapan sih mau bawa ibu kamu ke panti jompo?" tanya Fira. "Fira! Aku nggak nyangka ya sama pemikiran kamu," sahut sang suami yang baru datang sore itu. "Tapi emang ibu kamu nyusahin, aku tuh nikah sama kamu buat seneng-seneng, bukannya buat ngurusin ibu kamu yang udah jompo itu di tambah anak kamu si Yana, ih capek banget aku!" Fira menggerutu meluapkan kekesalannya. "Aku nggak akan pernah t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD