Ponselku berdering ketika aku sedang menghabiskan waktuku untuk membaca majalah milik Sarah. Aku mengambilnya dan melihat nama Ian yang muncul di layar. “Hei, Ian,” jawabku. “Hei cantik, kau sedang apa?” tanya Ian disana. “Aku berada di rumah Sarah sekarang.” “Apa aku mengganggu?” “Tidak,” balasku. “Kami hanya sedang membaca majalah untuk menghabiskan waktu.” “Bagaimana kedaanmu sekarang? Kau sudah membaik, kan?” Kurasa Ian masih menanyakan soal dua hari yang lalu pada malam kami mengobrol di telepon. Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku baik-baik saja. Kurasa dia masih sangat mengkhawatirkan keadaanku. Sungguh tipikal Ian sekali. “Tenanglah, Ian. Aku baik-baik saja sekarang,” jawabku. “Kalau begitu malam ini mau pergi kencan? Ke bioskop barangkali?” Aku berpikir sejenak. “Ten

