Begitu sampai di rumah Sarah, aku disambut oleh ibunya yang membukakan pintu untukku dengan senyuman lebar. Aku selalu suka ibu Sarah. Dia orang yang sangat baik dan ramah. Dia memberitahuku bahwa Sarah ada di kamarnya. Saat aku akan naik ke tangga, aku melihat ayah Sarah yang berada di ruang tamu sedang menonton TV. Aku menyapanya sebelum naik ke kamar Sarah. Aku membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam. Aku dan Sarah sudah tidak pernah saling mengetuk saat akan masuk ke dalam kamar masing-masing karena kami sudah sering saling berkunjung, bahkan menginap untuk tidur. Dia sedang melihat sebuah majalah sambil mengunyah sesuatu saat aku baru masuk. Kulihat kamarnya cukup berantakan oleh majalah yang berserakan di lantainya, dan dua di kasurnya yang kemungkinan baru saja dibaca olehnya.

