“Laura, apa yang kau lakukan disana?” tanya Jonathan yang baru saja tiba. Aku hanya menatapnya selama beberapa saat, dan menelan ludah. Aku tidak tahu ekspresi macam apa yang kuberikan padanya saat ini. Tapi entah kenapa Jonathan malah menunjukkan ekspresi khawatir. Aku tidak tahu mengapa. Dia cepat-cepat naik ke tangga untuk menghampiriku. “Apa yang kau lakukan disini?” Sekali lagi dia menanyakan pertanyaan yang sama dengan ekspresi terkejut sekaligus khawatir. Itu semakin membuatku penasaran sekaligus bertanya-tanya. “Aku… hanya melihat-lihat,” jawabku. Kulihat mata Jonathan menatap ke belakangku seolah-olah ada sesuatu yang mengerikan disana. Lalu dia kembali menatapku. “Tidak biasanya kau kemari,” katanya. “Kau harus istirahat.” Aku tidak mengatakan apapun dan mengikuti perkat

