19.He's Change

1163 Words

Gambaran ketika Ian pertama kali menyatakan perasaannya padaku tiba-tiba terlintas di pikiranku. Bukannya kata suka, melainkan ingin selalu bersama dan menjagaku. Aku memejamkan mata dan lalu menelan ludah. Aku tidak ingin melihat bagaimana ekspresinya. Aku menolehkan kepalaku ke depan, lalu membuka mataku kembali. Dari sudut mataku, Ian pun juga tidak menatapku. Dia menatap ke depan. Aku melirik, dia mengeratkan jemarinya di kemudi hingga kukunya memutih. “Laura,” panggil Ian dengan suara sedikit pelan. Panggilannya yang tiba-tiba itu membuatku sedikit terperanjat. “Apa?” tanyaku tanpa menoleh padanya. “Tolong tatap mataku.” Aku menelan ludah. Tiba-tiba saja tenggorokanku terasa begitu kering. Lalu aku berdeham. “Tidak. Kau belum menjawab pertanyaanku.” “Aku akan menjawabnya ketika k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD