Aku sedang sibuk memilih potongan-potongan kain ketika ponsel yang ada di dekatku berbunyi. Aku meraihnya dan melihat nama yang tertera di layarnya, lalu menggeser tombolnya dan menempelkannya ke telingaku. “Harus berapa kali aku menghubungimu supaya kau mengangkatnya, Laura?” kata suara di sana. Aku menahan ponselnya dengan salah satu bahuku, dan kembali berkutik dengan potongan-potongan kain dalam genggamanku, lalu memadukannya dengan sebuah gambar dalam tablet komputer di hadapanku. “Aku sudah mengirim pesan padamu berulang kali kalau aku sedang sibuk mempersiapkan peragaan busana milik Celine di Paris. Kalau aku bisa, aku akan menghubungimu selama mungkin,” balasku. Sarah diam sesaat di sana. “Kau tahu, mendengar dari suaramu yang sering menghela napas, aku yakin kau pasti sedang be

