Aku masih bisa mendengar suara Sarah yang terus memanggil namaku di ponsel. Aku masih terlalu terkejut untuk membalas panggilannya. Aku rasa aku sama sekali tak mengedipkan mata melihat Jonathan yang kini duduk di hadapanku secara tiba-tiba. Kini aku bisa melihat penampilannya begitu mirip dengan Jonathan yang ada dalam mimpiku, hanya saja ia masih sedikit lebih muda. “Sarah, a-aku… aku akan menghubungimu lagi nanti,” kataku akhirnya setelah sekian lama terdiam. Aku tak menunggu balasannya karena aku langsung mematikan sambungannya. Aku menghembuskan napas selama dua kali sebelum bertanya, “Kapan kau… kembali?” “Semalam. Aku langsung kemari karena ingin bertemu denganmu,” katanya. “Ah―” ucapku. Aku tak mampu lagi berkata-kata. Mendengar suaranya secara langsung membuatku mengenang kemba

