42.His Office Room

1080 Words

“Kupikir kau tidak akan kembali lagi,” ucapnya. “Kupikir juga begitu,” balasku. “Sudah berapa lama… disini?” “Hanya seminggu. Apa terjadi sesuatu di masamu?” “Tidak,” jawabku menggeleng, lalu menunduk. Ingin sekali kuceritakan apa yang baru saja terjadi di pesta itu. Tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat. Aku kembali menegakkan kepalaku. “Kenapa kau belum tidur?” “Sedang mengerjakan sesuatu,” katanya menunjuk ke meja tempatnya sebelumnya dengan ibu jarinya. “Tidak kusangka kau akan datang disaat seperti ini,” tambahnya. Aku melangkah melewatinya dan melihat apa yang sedang dikerjakannya di meja besar itu. Ternyata itu adalah sebuah cetak biru dengan gambar ruangan-ruangan dalam bangunan. Melihat dari seberapa banyak ruangannya, sepertinya itu bangunan yang besar. “Kau… arsi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD