32. Penyesalan Fadhil Tidak jarang sikap Dewa yang over protektif membuat Inaya kehilangan kebersamaannya dengan teman-temannya, tapi mamanya sepenuhnya mendukung apa yang dilakukan Dewa padanya, bahkan Wulan selalu meminta Dewa mengantarkan kemanapun Inaya pergi. “Kalau aku punya pacar, tidak mungkin aku ajak kamu!” jawab Dewa sambil tersenyum, lalu.. “Terus, bagaimana denganmu? Apa kamu belum memiliki kekasih?” tanya Dewa lagi. “Hah ... A-aku??” tanya Inaya gagap Mereka menghentikan langkahnya, Dewa mengajak Inaya duduk di bangku depan bangunan yang ada di kawasan tersebut. “Iya, bagaimana denganmu?” Dewa berbicara sambil mengisyaratkan agar Inaya duduk di sebelahnya. “He-ehh ... Aku ... Aku .. Seperti yang kamu lihat.” jawab Inaya ambigu. Dewa menganggukkan kepalanya saat m

